SUARA

Ekonomi Sultra Triwulan-II 2020 Hanya Ditopang Ekspor Barang dan Jasa

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara merilis data pertumbuhan ekonomi Sultra pada triwulan II-2020 dari sisi pengeluaran. Tercatat pertumbuhan positif hanya terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 11,06 persen, sedangkan komponen lainnya mengalai kontraksi.

Kepala BPS Sultra, Agnes Wiadiastuti, menyampaikan kontraksi terdalam terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar minus 8,32 persen, diikuti Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar minus 5,10 persen, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) sebesar minus 2,91 persen, dan Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar minus 2,09 persen.

“Hanya Komponen Impor Barang dan Jasa sebagai faktor pengurang dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang tercatat tumbuh positif sebesar 5,29 persen,” ujar Agnes, Rabu (5/8/2020).

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi triwulan II-2020 (y-on-y), Komponen Ekspor Barang dan Jasa merupakan komponen dengan sumber pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 3,01 persen.

“Pertumbuhan pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa seiring dengan peningkatan nilai ekspor besi dan baja (Fero Nikel) yang mempunyai share terbesar dalam ekspor di Sultra yang naik sebesar 18,39 persen,” kata Agnes.

yamaha

Struktur PDRB Sultra menurut pengeluaran triwulan II-2020 tidak menunjukkan perubahan berarti. Aktivitas permintaan akhir terhadap barang dan jasa masih didominasi oleh Komponen PK-RT sebesar 49,76 persen dari PDRB atas dasar harga berlaku, diikuti Komponen PMTB sebesar 37,86 persen.

Agnes juga menyampaikan pertumbuhan ekonomi Sultra semester I-2020 mencapai 0,88 persen (c-to-c). Hal ini juga disebabkan sebagian besar komponen mengalami pertumbuhan negatif akibat adanya pandemi Covid-19.

“Pertumbuhan positif hanya terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 17,74 persen dan Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 1,41 persen,” katanya.

Sementara komponen lainnya mengalami kontraksi dengan kontraksi terdalam terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar minus 5,75 persen, diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) sebesar minus 1,69 persen, dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar minus 1,29 persen. (C)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.