SULTRAKINI.COM: KENDARI - Eksotiknya puncak Ahuawali di Desa Ahuawali, Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, menjadi daya tarik tersendiri untuk pecinta wisata petualangan. Lokasi ini mulai diincar para pengunjung yang ingin merasakan hamparan alam dan sejuknya perbukitan dikala pagi dan senja hari.

Eksotiknya Puncak Ahuawali dan Mitos Sumur Wali Hanya di Sultra
Pemandangan puncak Ahuawali di Desa Ahuawali, Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe Minggu (12/11/2017). (Foto: Wayan Sukanta/SULTRAKINI.COM)

Puncak Ahuawali banyak menginisialkan dengan sebutan 'Negeri Diatas Awan'. Julukan itu muncul ketika puncak dengan tinggi sekitar tujuh ribu meter ini diselimuti awan tebal di kala pagi mulai menyingsing. Sejauh mata memandang pun akan nampak gundukkan-gundukkan kecil rumah warga setempat yang nyaris tertutupi awan melingkari puncak bukit.

Sehingga tidak salah, lokasi ini dijadikan daftar kunjungan wisata petuanganmu, seperti pengunjung lainnya yang berdatangan saat akhir pekan tiba. Apalagi bagi pengunjung yang gemar memotret panorama, tentunya keindahan puncak Ahuawali perlu diabadikan dalam koleksi album fotomu.

"Awalnya tempat ini mulai ramai dikunjungi pengunjung pada pertengahan 2016 lalu. Pengunjung semakin ramai, karena foto-foto puncak Ahuawali sudah banyak yang tersiar di media sosial," ucap Kepala Desa Ahuawali, Sugeng, Minggu (12/11/2017).

Puncak Ahuawali merupakan lokasi transmigrasi suku Sunda dan Jawa yang bermukim sejak 1980 lamanya. Terhitung 122 kepala keluarga mendiami lokasi tersebut. Sehari-hari, masyarakat berkebun dan beternak untuk menyambung hidup.

"Di kecamatan Puriala ada 15 desa, salah satunya Desa Ahuawali. Sebagian besar para penduduk di desa masih menggantungkan hidupnya dengan berkebun dan beternak sapi," jelas Sugeng.

Untuk menjangkau lokasi ini, pengunjung bisa meghabiskan waktu sekitar dua jam perjalanan di medan yang sedikit sulit nan melelahkan. Namun itu terbayarkan seiring tiupan angin sejuk yang menemani perjalanan hingga ke bukit Ahuawali.

Selain suguhan panoramanya, puncak Ahuawali ternyata menyimpan sejumlah mitos keberadaan sebuah sumur peninggalan Wali. Meski dikabarkan berusia ratusan tahun, bahkan telah ada sebelum banyak pemukiman warga. Namun air sumur masih nampak di dalamnya.

Kini keberadaan sumur peninggalan Wali itu berada di tengah hutan, berjarak lima kilometer dari pusat Desa Ahuawali. Rupanya, kisah keberadaan sumur belum seorang pun berhasil mengungkapnya hingga kini.


Laporan: Wayan Sukanta

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations