SULTRAKINI.COM: KENDARI - Balai Karantina Pertanian Kelas II A Kendari, mendorong para eksportir komoditas pertanian di Sulawesi Tenggara menggunakan Pelabuhan Kendari dalam pengiriman barang ke luar negeri.

Eksportir Komoditas Pertanian Sultra Didorong Pengiriman Barang Pakai Pelabuhan Kendari
Petugas Balai Karantina Kendari Kelas II A Kendari saat memeriksa hasil pertanian yang akan dikirim ke luar Sultra. (Foto: Humas Balai Karantina Pertanian Kelas II A Kendari/SULTRAKINI.COM)

Humas Balai Karantina Pertanian Kelas II A Kendari, La Ode Aminustari mengatakan akan memberikan pelayanan 24 jam bagi para eksportir demi maksimalnya langkah tersebut.

"Kami siap memfasilitasi dan memberikan pelayanan yang cepat dan mudah selama satu kali 24 jam untuk urusan ekspor komoditas pertanian yang ada di Sultra," terang Aminustari kepada SultraKini.Com di ruang kerjanya, Rabu (13/12/2017).

Adapun pelayanan yang akan diberikan, Aminustari menjabarkan meliputi pemeriksaan karantina untuk memastikan komoditas pertanian bebas dari penyakit dan tindakan karantina sesuai yang dipersyaratkan negara tujuan ekspor.

Pihak Balai Karantina Kendari Kelas II A Kendari juga akan menerbitkan Phytosanitary atau sertifikat kesehatan komoditas sebagai jaminan barang bebas dari penyakit.

"Sebagaimana negara kita, negara tujuan tak akan menerima komoditas yang tidak dilengkapi sertifikat kesehatan dari pihak balai karantina. Ini mereka (negara lain) lakukan sebagai tindakan proteksi negara tujuan terhadap pertanian dan sumber daya alam hayatinya," jelasnya.

Aminustari berjanji, pihaknya akan transparan dalam pemberian pelayanan ini  dari sisi biaya maupun prosedur. "Sebagai wujud transparansi kami, prosedur, biaya layanan, dan produk layanan telah kami pajang di kantor pelayanan baik di bandara maupun di pelabuhan. Begitu pula di website kami sudah disiapkan informasinya," terangnya.

Ia mengaku, pihaknya juga menghadirkan para eksportir dan perusahaan pihak ketiga di forum yang sama terkait program ini. Sebab, selama ini, komoditas pertanian yang diekspor melalui pelabuhan di luar Sulawesi Tenggara.

"Sayang sekali dengan potensi ekspor Sultra, tetapi yang nikmati daerah lain. Jadi kami berinisiatif untuk mendorong mereka ekspor langsung dari Kendari," jelasnya.

Sultra sendiri memiliki beberapa komoditas yang bernilai ekspor tinggi di antaranya biji kakao, lada, kacang mete, dan kopra.


Laporan: Didul Interisti

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations