Empat Pjs Bupati Dilantik, Gubernur Tekankan Netralitas dan Pencegahan Covid-19

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi, resmi melantik dan mengukuhkan empat orang Pejabat Sementara (Pjs) Bupati, pengganti Bupati yang ikut dalam pencalonan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Tahun 2020, di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (25/9/2020).

Keempatnya antara lain, Pjs Bupati Konawe Utara (Konut), Yusuf Mundu, menggantikan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Ruksamin-Rauf, Pjs Bupati Konawe Kepulauan (Konkep), Muh. Yusuf, menggantikan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Amrullah-Andi Muhammad Lutfi.

Ketiga yakni, Pjs Bupati Kolaka Timur (Koltim), La Haruna, menggantikan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Tony Herbiansyah-Andy Merya Nur, dan Pjs Bupati Wakatobi yakni, Aslaman Sadiq, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro (Karo) Umum Setda Sultra, menggantikan pasangan Arhawi-Ilmiati Daud. Seluruh pasangan Bupati dan Wakil yang diganti dikarenakan ikut dalam kontestasi Pilkada 2020.

Selain mengukuhkan empat Pjs Bupati, Gubernur Sultra, Ali Mazi, juga mengukuhkan tiga orang Wakil Bupati sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati yang ikut kontes Pilkada diantaranya, Wakil Bupati Muna Barat Achmad Lamani, Wakil Bupati Konawe Selatan Arsalim, dan Wakil Bupati Butur Ramadio.

Gubernur Sultra, Ali Mazi, berpesan agar para pejabat yang baru saja dikukuhkan agar tetap menjalankan roda pemerintah di daerah masing-masing, selalu mengedepankan pencegahan penyebaran Covid-19, serta yang utama agar membantu menyukseskan jalannya proses pemilihan kepala daerah (Pilkada) sesuai amanat undang-undang dan amanat pemerintahan.

“Saya minta agar para Pjs ini bisa melaksanakan tugas dengan baik, khususnya membantu proses kelancaran Pilkada serentak dan harus netral, sampai selesainya masa cuti Bupati atau terpilihnya bupati periode 2020-2025,” ungkap Ali Mazi dalam sambutannya.

Selain itu, Ali Mazi, juga berpesan kepada para Pjs agar tetap memperhatikan roda pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat harus dikedepankan.

“Kalau melihat kondisi geografis dan kondisi sosial daerah yang dipimpin oleh masing-masing ini sangat berbeda, olehnya itu diperlukan leadership yang baik, dalam memberikan perlindungan dan pengayoman, serta daya dan upaya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, terlebih lagi dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini,” ujarnya.

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.