Enam WNI Kabarnya Kembali Disandera, Satu Warga Wakatobi masih di Bawah Umur

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Enam Warga Negara Indonesia (WNI) kini dikabarkan kembali menjadi korban penyanderaan kelompok Abu Sayyaf saat melaut di Perairan Tambisan, Lahad Datu, Malaysia pada Kamis 16 Januari sekitar pukul 20.00 waktu setempat.

Penangkapan WNI saat itu terdapat sembilan orang, namun tiga orang di antaranya dibebaskan bersama kapalnya. Kesembilan WNI ini bekerja di Tambisan, Malaysia dan sedang menangkap ikan menggunakan kapal kayu dengan izin terdaftar Nomor SSK 00543/F.

Salah seorang keluarga korban Moh. Khairuddin asal Wakatobi, La Sambo, mengatakan dia mendapatkan telepon dari adiknya yang bekerja di Malaysia bahwa anak pertama adiknya itu yang baru berumur 11 tahun disandera bersama WNI lainnya.

La Sambo mengungkapkan, anak dari adiknya ini mengikuti pamannya untuk melaut tanpa sepengetahuan bapaknya karena saat itu bapaknya masih melaut.

“Nanti adik saya ini pulang melaut baru orang di rumah bilang anaknya ini ikut omnya yang menjadi kapten kapal di kapal yang disandera oleh Abu Sayyaf,” kata La Sambo di temui di kediamannya di Desa Mola Nelayan Bakti, Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Minggu (19/1/2020).

Namun sayangnya kata La Sambo, dalam daftar nama korban yang dikeluarkan pemerintah setempat, nama anak dari adiknya ini tidak ada.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi terima dari adiknya di Malaysia, saat sembilan WNI sedang menangkap ikan, tiba-tiba didatangi enam orang bertopeng menggunakan kapal cepat.

Setelah itu, WNI yang diculik langsung dibawa ke wilayah Perairan Filipina. Namun, hanya tiga orang dibiarkan pulang untuk membawa kapalnya kembali ke Tambisan.

Pihak keluarga kehilangan kontak dari para korban sekitar pukul 24:00 waktu setempat.

Ia berharap, pihak pemerintah terutama komisi perlindungan anak dapat segera membantu proses pemulangan kemenakannya ini karena anak pertama dari tiga bersaudara ini masih berusia 11 tahun.

“Kami sangat menghawatirkan keadaan ini anak. Kita tahu semua gerombolan ini sering keluar masuk hutan, dan berpindah-pindah. Bagaimana nasib ini anak kalau dibiarkan terus,” tambahnya.

Informasi dihimpun Sultrakini.com, dari sembilan WNI yang diculik diduga kelompok Abu Sayyaf, delapan di antaranya merupakan warga Sulawesi Tenggara, yaitu Moh. Khairuddin (Wakatobi, Liya), Abdul Latif (Wakatobi, Kaledupa), Arizal Kastamiran (Wakatobi, Kaledupa), Arsyad (Buton), Edi (Buton), Pian (Buton), Daeng Abal (Baubau), dan La Aba (Baubau), sementara Riswanto dari Palapo Sulsel. Namun, tiga di antara mereka yang dibebaskan belum diketahui identitasnya.

Laporan: Amran Mustar Ode
Editor: Sarini Ido

beras pokea

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.