SUARA

Endang-Wahyu Kukuhkan Relawan Jangkar

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Bakal calon bupati dan wakil bupati Konawe Selatan (Konsel), Muh Endang SA-Wahyu Ade Pratama Imran mengukuhkan Jaringan Kerja (Jangkar).

Pengukuhan relawan tersebut berlangsung di kediaman almarhum Imran di Kecamatan Konda, Senin (20/7/2020).

Jangkar merupakan kumpulan para pemuda dari Kecamatan Konsel. Hadir dalam kegiatan tersebut, Muh Radhan NA yang merupakan putra mantan gubernur Sultra, Nur Alam. Sebelum pengukuhan, pengurus Jangkar Endang-Wahyu bersama bakal calon melakukan diskusi.

Ketua Jangkar Endang-Wahyu, Firman, mengatakan pihaknya menginginkan adanya perubahan lebih maju di Konsel. Sebab menurutnya wilayah Konsel masih jauh tertinggal dari daerah lain.

“Hadirnya Jangkar akan menjadi barisan terdepan setiap program Endang-Wahyu dalam setiap kunjungan perkecamatan hingga di desa. Setiap anggota Jangkar akan selalu bersinergi mengawal setiap program,” ujarnya.

Salah satu anggota Jangkar Endang-Wahyu menyampaikan keluhan tentang asrama mahasiswa Konsel. Pembangunan asrama untuk mahasiswa tersebut sudah lama disampaikan kepada pemerintah daerah saat ini, hingga melakukan benerapa kali aksi, namun belum juga terealisasi.

“Selain itu, peningkatan sarana olahraga. Saat ini bidang olahraga di Konsel tidak lagi diperhatikan. Kami berharap pasangan Endang-Wahyu memperhatikan ini,” tambahnya.

yamaha

Kepada pengurus Jangkar, Wahyu Ade Pratama Imran berpesan agar dapat melaksanakan tugas dengan sepenuh hati memenangkan dirinya bersama Endang. Jika terpilih ia berjanji akan membangkitkan kaum milenial dan turut dalam pembangunan Konsel.

“Saya berharap semua relawan yang dikukuhkan dapat bekerja dengan sepenuh hati dalam upaya memenangkan Endang-Wahyu. Mari kita berjuang bersama-sama, bekerja bersama-sama dan menang bersama,” harapnya.

Muh. Endang menuturkan alasannya maju di Pilkada Konsel ingin mengabdikan diri pada daerah. Dikatakannya, Konsel memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang cukup baik. Serta paling luas di Sultra.

“Jika kita hitung-hitungan, saat ini kami berada di zona nyaman. Dengan posisi sebagai wakil ketua DPRD, masih menjadi ketua partai. Kenapa kami maju pilkada karena kami gelisah, kami prihatin, kami terpanggil untuk menjadi bupati dan wakil bupati Konsel untuk memperbaiki dan membangun kampung dan daerah kita ini,” ucapnya.

Ketua DPD Demokrat Sultra tersebut berjanji jika dirinya terpilih pada Pilkada 2020 akan selalu memelihara silaturahmi dan komunikasi dengan siapa pun.

“Salah satu ciri dari pemuda adalah keberaniannya menghadapi segala tantangan. Tentu keyakinan kami terbangun tidak lepas dari dukungan para pemuda,” ujarnya. (C)

Laporan: La Niati
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.