SUARA

Eselon Dua Dilantik Wagub Sultra Saja

SULTRAKINI.COM: Setelah sepekan jabatan Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sulawesi Tenggara ditinggalkan  Ir Bambang MM maka Rabu (28/9/2016) kursi itu kembali berisi. Wakil Gubernur Sultra HM Saleh Lasata melantik Dr Yesni Suarni, M.Sc sebagai pelaksana tugas menduduki jabatan tersebut.

Bambang meninggalkan kursi itu karena naik jabatan sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia. Pada posisi baru itu, Ia telah dilantik oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Selasa (20/9/2016).

Selain melantik Yesni, Wagub Sultra juga mengambil sumpah tiga pejabat eselon dua lainnya, yakni dr Abdul Razak sebagai Direktur RS Jiwa yang sebelumnya menjabat Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Bahteramas). 

Kemudian, dr Muhammad Yusuf Hamra diangkat menjadi Direktur RSUP Bahteramas yang sebelumnya menjabat Wakil Direktur di rumah sakit itu.

Selanjutnya, dr Muhammad Ridwan yang sebelumnya menjabat Direktur RS Jiwa provinsi ditarik menjadi Staf Ahli Gubernur Sultra Bidang Hukum dan Politik Setda Sultra.

yamaha

Pelantikan berlangsung di Aula Kantor gubernuran di Kendari ini tidak seperti biasanya, tidak dihadiri Gubernur Sultra Nur Alam. 

Nur Alam sudah jarang terlihat di publik sejak ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 23 Agustus 2016. Catatan SultraKini.com, ia baru tiga kali menghadiri kegiatan terbuka, yakni pelantikan pejabat Bupati Bombana pada 29 Agustus 2016, pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Muna pada 2 September 2016. Dan terakhir menghadiri penandatanganan nota kesepahaman pembangunan New Port Kendari di ruang rapat kantor gubernur, Selasa, 20 September 2016.

Saat itu pun Gubernur Nur Alam merasa jengkel lantaran merasa tidak lagi dianggap sebagai gubernur dan pemegang kendali pemerintah Sulawesi Tenggara setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus izin pertambangan nikel di Buton dan Bombana.

Di hadapan para tamu undangan serta sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), gubernur dua periode ini menyesalkan ketidakhadiran Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Kendari Akhriadi serta General Manager Pelindo IV Suparman. 

Padahal, kata dia, nota kesepahaman itu penting untuk mendorong kemajuan pembangunan di Sulawesi Tenggara.

“Kalau saya tahu begini, mendingan dikirim saja di meja saya nanti saya tandatangani. Saya masih Gubernur Sulawesi Tenggara, dan saya pikir yang hadir ini tidak berkompeten dan sejajar dengan saya,” ujar Nur Alam dengan wajah kecewaseperti dikutip tempo.co. 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.