Iklan Clarion

Fakta Menarik Lampu Lalu Lintas Berwarna Merah, Kuning, Hijau

SULTRAKINI.COM: Lampu lalu lintas atau Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) merupakan peralatan yang menggunakan isyarat lampu untuk mengatur lalu lintas orang serta kendaraan di persimpangan atau pada ruas jalan.

Sebelum ada lampu kuning di lampu lalu lintas, mereka menggunakan dengungan dan suara lonceng. Jadi ketika lampu akan berganti, dengungan dan suara tersebut akan berhenti.

Dilihat dari sejarahnya lampu lalu lintas memiliki fakta yang menarik

1. Sejarah lampu lalu lintas berawal dari Inggris, pada 1868
Di Inggris mempunyai lampu lalu lintas yang dipasang dekat Gedung Parlemennya pada 1868 karena sudah banyak kendaraan bermotor. Waktu itu hanya dua warna, yakni merah dan hijau. Hal ini cukup membantu kerja polisi yang selama ini mengatur lalu-lintas cuma menggunakan aba-aba tangan.

2. Tidak Ada Lampu Kuning Sampai 1920-an
Hanya lampu merah dan hijau, pengemudi tidak memiliki interval untuk memperlambat laju kendaraannya, sehingga tidak diperlukan peluit peringatan ‘Pak Polisi’ atau bel.

Pada 1920, seorang perwira polisi Detroit bernama William Potts menambahkan lampu kuning (atau amber) untuk memperingatkan pengemudi.

Sebagai dampaknya, kini seluruh pengendara menganggap lampu kuning keemasan sebagai sinyal bersiap menghadapi lampu merah, agar tidak berhenti mendadak.

Lampu kuning dipatenkan pada 1923 oleh seorang pria bernama Garrett Morgan, yang menjual hak patennya ke General Electric –kumpulan konglomerat multinasional Amerika yang berada di New York dan bermarkas di Boston.

3. Lampu Merah Menyala Lebih Lama
Lampu lalu lintas mengalami perubahan setelah digunakan pada rel kereta api dan penyeberangan (zebra cross). Ada sedikit bukti mengapa warna merah dan hijau dipilih untuk mewakili berhenti dan jalan.

Ilmuwan menerangkan bahwa cahaya merah memiliki panjang gelombang yang lebih luas ketimbang warna hijau. Warna merah dapat dilihat dari jarak yang lebih jauh dari warna lainnya.

Semakin cepat Anda melihat lampu warna merah menyala, semakin lekas pula Anda menginjak rem kendaraan.

4. Lampu Lalu Lintas di Taman Kota
Turis yang datang ke Jersey Shore (sebuah wilayah pesisir di negara bagian New Jersey, Amerika Serikat) biasanya akan terkejut ketika melihat ada serangkaian lampu lalu lintas di Garden State Parkway, yang dipasang di ujung selatan jalan raya dekat Cape May.

Bentangan jalan raya di wilayah tersebut dibangun pada 1940-an dan lintasannya sengaja dimasukkan ke dalam Garden State Parkway ketika dibangun pada 1950-an.

Setelah beberapa dekade dipasang, lampu tersebut menuai kritik keras dan protes pengunjung, begitu pula penduduk setempat. Mereka mengaku terkejut dengan dampak rambu tersebut pada kendaraan yang melintas.

Oleh karenanya, lampu itu akhirnya diturunkan.

5. Lampu Lalu Lintas Tertua di Dunia Ada di Ashville
Meski beberapa kota di pelosok negeri pernah membuat klaim sebagai tempat di mana lampu lalu lintas menjadi yang tertua di dunia, kenyataannya rekor ini dipegang oleh Ashville, Ohio, Amerika Serikat.

Lampu lalu lintas itu dipasang pada 1932 dan bentuknya tampak sedikit aneh, lebih seperti kapal roket era Art Deco bila dibandingkan dengan standar yang sudah ada.

Selain itu, lampu-lampu tersebut muncul melalui gesekan seperti radar. Meski demikian, lampu lalu lintas tersebut terus beroperasi selama lebih dari 80 tahun setelah dipasang.

6. Lampu lalu lintas paling rumit
Di Canary Wharf, distrik keuangan London ditemukan sebuah lampu lalu lintas yang langsung menarik perhatian siapa saja yang melintas jalan itu. Terdapat 75 set lampu terpasang dalam satu markah (tanda). Dipasang pada 1998, lampu lalu lintas ini membuat masyarakat setempat kebingungan walau pun sekarang lampu lalu lintas yang disebut dengan traffic light tree justru menjadi tempat yang diminati turis. Sayangnya, walau bermaksud memberi keamanan lalu lintas hasil survei komisi Saga Motor Isurance tentang bundaran terbaik dan terburuk di dunia menyebutkan simpangan distrik keuangan London ini mendapatkan suara terbanyak sebagai simpangan terburuk.

Selain dari fakta sejarah, lampu lalu lintas juga memiliki fakta menarik lainnya

1. Memiliki dua jenis
a. Lampu lalu lintas berdasarkan cakupannya, lampu lalu lintas terpisah yang dipasang berdasarkan suatu tempat persimpangan tanpa mempertimbangkan persimpangan lain, lampu lalu lintas terkoordinasi yang pengoprasian lampu lalu lintas mempertimbangkan beberapa persimpangan yang terdapat pada arah tertentu dan lampu lalu lintas jaringan, yakni dipasang dengan pertimbangan beberapa persimpangan yang terdapat dalam suatu jaringan yang ada dalam satu kawasan.
b. Berdasarkan pengoprasiaannya, terdapat fixed time traffic signal yang dioperasikan menggunakan waktu yang tepat dan tidak mengalami perubahan dan actuated traffic signal yang diatur dengan pengaturan waktu tertentu dan mengalami perubahan dari waktu ke waktu sesuai kedatangan kendaraan dari berbagai persimpangan.

2. Timer pada lampu merah untuk pejalan kaki, bukan untuk kendaraan
Banyak pengendara mengira timer pada lampu lalu lintas ini ditujukan untuk para pengendara. Padahal, timer ini sebenarnya untuk pejalan kaki. Agar mereka bisa mengukur waktu untuk menyebrangi jalan. Pengendara sebaiknya jangan terpatok dengan timer ini karena tak sedikit kecelakaan terjadi akibat pengendara menerobos lampu lalu lintas. Padahal jelas-jelas lampu lalu lintas dihadirkan untuk menertibkan lalu lintas jalan raya. Kesadaran pengendara menaati lampu lalu lintas sangat dibutuhkan, hal ini diperlukan untuk menciptakan lalu lintas aman dan nyaman bagi pengguna jalan baik pengendara atau pejalan kaki.

Nah itu dia fakta-fakta menarik lampu lalu. Nah, mulai sekarang, selain mematuhi lampu lalu lintas, patuhi juga rambu-rambu lain, ya!

Sumber: liputan6.com dan bintang.com
Laporan: Saswita

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.