Iklan Clarion

Fakta Sebelum Sekretaris Dikbud Sultra Terjaring OTT

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Sebelum Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara, LD terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Kejaksaan Tinggi Sultra Rabu (28 November 2018) malam, yang bersangkutan sempat menghadiri agenda pelatihan kepala sekolah se-Sultra di salah satu hotel di Kota Kendari.

Kepala SMAN 9 Kendari, Abd Rahman, mengaku LD sempat membuka pelatihan kepala sekolah se-Sultra pada Rabu (28/11) sore. Dirinya juga terkejut dengan OTT tersebut, terlebih karena dugaan yang bersangkutan meminta fee dari dana alokasi khusus (DAK) Dikbud Sultra.

“Jangankan meminta secara langsung (bantuan), untuk becanda meminta percikan saja tidak pernah dilakukan (LD). Kita semua kepala sekolah kaget mendengar kabar kalau pak sekretaris terjaring OTT,” ucapnya kepada SultraKini.Com, Kamis (29/11/2018).

Dikatakannya, LD bahkan sering mengingatkan kepada pejabat lainnya untuk berhati-hati mengelola bantuan, utamanya bantuan fisik. Serta hanya menanyakan perkembangan pembangunan agar segera dituntaskan.

“Pak sekretaris tidak pernah menyinggung soal fee dari bantuan itu,” ujarnya.

SMAN 9 Kendari. (Foto: Muh Yusuf/SULTRAKINI.COM)
SMAN 9 Kendari. (Foto: Muh Yusuf/SULTRAKINI.COM)

OTT Kejati Sultra terhadap Sekretaris Dikbud Sultra terjadi di hotel berbeda dengan pelaksanaan pelatihan kepala sekolah.

Selain menangkap LD, Kejati Sultra juga mengamankan satu unit mobil yang digunakan LD, dua ponsel, dan duit Rp 425 juta diduga fee yang diminta yang bersangkutan dari DAK yang dianggarkan untuk pelatihan siswa, pembangunan laboratorium, dan perbaikan rumah dinas tahun 2018.

Pasca-OTT, tim Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Negeri Kendari juga menyegel ruang kerja sekretaris Dikbud Sultra, Kamis (29/11/2018) pagi.

Sehubungan pelatihan kepala sekolah se-Sultra yang sempat dibuka sekretaris Dikbud Sultra, terbagi menjadi dua tahap. Pelatihan khusus kepala sekolah di wilayah kepulauan berakhir pada Rabu (28/11) sore. Dilanjutkan kepala sekolah di wilayah daratan.

Pelatihan itu berkaitan dengan rencana kerja anggaran sekolah (RKAS) dan pelaporan dana BOS secara online.

Informasi dihimpun SultraKini.Com, setiap peserta pelatihan dimintai biaya senilai Rp 800 ribu untuk biaya penginapan dan konsumsi selama pelatihan.

Laporan: Muh Yusuf
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.