Farid Sebut Pemda Buton Tidak Mampu Revolusi Mental PNS

SULTRAKINI.COM: BUTON – Salah seorang anggota DPRD Kabupaten Buton, Farid Bachmid menyebut Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Buton tidak mampu mendisiplinkan para Pegawai Negeri Sipil (PNS), sehingga berdampak pada tidak maksimalnya pelayanan kepada masyarakat.Menurut Farid, revolusi mental yang dilakukan pemerintah pusat kepada seluruh PNS di Indonesia, tidak mampu dilakukan oleh Pemda Buton saat ini.\”Apa yang saya lihat selaku Ketua Komisi I, para PNS di Buton itu betul-betul belum maksimal. Karena ada sekelompok masyarakat yang selalu mengeluhkan tentang pelayanan. Kadang mereka ke kantor, para Kadis dan Kepala Badan ataupun eselon III, kadang tidak ada ditempat. Kadang masyarakat datang pagi jam 8, jam 9, belum ada Kadisnya. Begitu mereka jam 10 atau jam 12 ke kantor kembali, Kadisnya ataupun Kepala Bidangnya, eh sudah pulang lagi ke Baubau. Artinya bahwa Pemda Buton saat ini tidak menjalankan fungsinya dengan baik dalam rangka melakukan pelayanan efektif kepada rakyat,\” ujar Farid belum lama ini.Karenanya, kata pria yang akan bertarung di Pilkada Buton 2017 mendatang mendampingi H. Hamin alias La Rengke ini, jika mendapat kepercayaan untuk memimpin daerah, hal pertama yang dilakukan yaitu merehabilitasi mental para PNS sehingga dapat bertanggungjawab terhadap tugas yang diembannya.\”Jadi Insyaallah jika saya dan pak La Rengke berhasil memimpin daerah ini, maka hal pertama yang kami lakukan adalah bagaimana merehabilitasi mental PNS agar kemudian bertanggungjawab sesuai dengan fungsi dan tugasnya dalam rangka melakukan pelayanan kepada masyarakat secara baik,\” janji Farid.Sementara menurut Ketua DPRD Kabupaten Buton, La Ode Rafiun, persoalan disiplin PNS merupakan hal yang mutlak. Namun hal itu tergantung pada individu seseorang.\”Menyangkut tentang disiplin pegawai itu berpulang kepada individu, seperti kita di DPR, kita sudah tau karakter disiplin kita itu seperti apa. Kadangkala saya sebagai pimpinan mengundang untuk rapat membahas yang menyangkut kebijakan, kadangkala dari jam 9 bisa molor sampai jam 11.  Jadi itu berpulang kepada individu sendiri,\” sindir Rafiun.Menurut Rafiun, pada dasarnya pegawai di Kabupaten Buton sudah disiplin. Itu dapat dilihat saat pemerintah menerapkan disiplin seperti pada hari-hari tertentu dilakukan apel pagi.\”Pada dasarnya saya lihat pegawai kita ini disiplin. Contoh, hari Senin atau hari-hari apa jika jam 7 itu harus apel, mereka itu apel. Jadi itu menunjukan bahwa ada kedisplinan, kalau Kadisnya mungkin dia telat itu berpulang pada individu tadi, tapi nilai-nilai kedisiplinan itu oleh pemerintah diterapkan,\” jelasnya.Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.