Iklan Clarion
Festival Pesona Budaya Tua Buton

Festival Budaya Tua Buton, Pemda Khitan Ratusan Anak

SULTRAKINI.COM: BUTON – Sebanyak 219 anak di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara mengikuti khitanan massal yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Festival Pesona Budaya Tua Buton ke VII.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buton, La Ode Syamsuddin, mengatakan khitanan massal tersebut dibagi ke beberapa tempat, antara lain di Gedung Wakaka, Kecamatan Pasarwajo sekitar 100 orang dan sisanya di puskesmas masing-masing, mulai dari Kapontori hingga Wabula.

“Jumlahnya ini 219 anak, sebagian di kecamatan-kecamatan, di sini (Gedung Wakaka) kurang lebih 100 orang anak,” terang Syamsuddin di Gedung Wakaka, Senin (12/8/2019).

Khitanan massal atau Tandaki dalam perspektif Budaya Buton ini diikuti mulai dari anak berusia minimal 6 tahun hingga anak kelas 3 SD yang dilaksanakan selama satu hari.

“Anak-anak yang disunat ini minimal usia 6 tahun dan kebanyakan kelas 2 dan 3 SD,” jelasnya.

Khitanan kali ini merupakan gagasan Bupati Buton, La Bakry yang disesuaikan dengan tahun pelaksanaan Festiva Pesona Budaya Tua Buton pada 2019 sejak diselenggarakan pada 2013.

“Kenapa kita ambil jumlah 219 anak ini karena merupakan gagasan Bupati Buton agar kita mudah ingat setiap tahunnya, kebetulan tahun ini 2019, mungkin tahun depan 220 anak disesuaikan dengan tahunnya,” ucapnya.

Syamsuddin menambahkan, dalam kegiatan tersebut pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, tim medis RSUD Buton, dan puskesmas.

Keikutsertaan peserta khitanan, Dinas Kebudayaan terlebih dulu menyebarkan surat ke masing-masing kecamatan yang diteruskan ke desa dan kelurahan se-Kabupaten Buton.

“Kemudian data-data itu kembali disetor ke kami,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Direktur RSUD Buton, dr. Ramli Code, menerangkan khitanan massal tersebut melibatkan 75 perawat dan sepuluh dokter. Khusus untuk tenaga perawat berasal dari puskesmas terdekat, yaitu Puskesmas Siotapian, Wolowa, Pasarwajo, Banabungi, Wakaokili, dan Wabula.

“Jadi ada 15 meja ini dan rata-rata setiap meja ditangani lima perawat jadi totalnya 75 orang,” ujar Ramli.

Selain khitanan, anak-anak tersebut akan dirawat jalan kemudian diberikan obat untuk proses penyembuhannya serta pada fase pergantian perban secara gratis. (Adv)

Laporan: La Ode Ali
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.