Festival Nambo Ajang Pameran Edukasi dan Budaya Kendari, Duta Asing dan Tamu Terkesan

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir secara resmi telah membuka Festival Nambo sebagai ajang pameran edukasi dan kebudayaan setempat yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota di Pantai Nambo Kelurahan Nambo Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Minggu (3/11/2019) yang akan berlangsung selama dua hari kedepan 3-4 November 2019.

Dalam acara festival ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota menampilkan beberapa tarian kebudayaan khas dari Kota Kendari atau Sulawesi Tenggara seperti lulo kreasi, musik bambu dan lomba fashion show pariwisata. Juga menggelar beberapa lomba edukasi seperti mewarnai tingkat kanak-kanak, drum band tingkat SMP dan industri ekraf (ekonomi kreatif).

Pada penyelenggaraan Festival Nambo kali ini, turut hadir beberapa tamu delegasi Hari Pangan Sedunia dari berbagai daerah yaitu perwakilan delegasi HPS Kabupaten Enrekang, Papua Barat, Sorong, Maluku Utara, Sumedang, dan Perwakilan DKI, serta hadir delegasi duta besar dari Negara Armenia.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, mengatakan sengaja penyelenggaran festival nambo ini diselenggarakan bersamaan dengan pelaksanaan hari pangan sedunia, supaya tamu-tamu dari berbagai daerah punya alternatif acara selain menyaksikan berbagai acara pameran yang disediakan di HPS.

” Beberapa waktui lalu ketika panitia berkonsultasi, sengaja saya mengarahkan supaya dilaksanakan bersamaan dengan HPS, supaya tamu-tamu dari berbagai daerah bisa menyaksikan pargelaran budaya di festival nambo, sebagai ajang promosi, memperkenalkan berbagai kearifan lokal dan kekayaan budaya yang kita miliki di kota kendari,” ungkap Sulkarnain saat membuka acara festival pantai nambo, Minggu (3/11/2019).

Duta besar dari negara Armenia (kemeja putih dan merah tengah) saat hadir dan menyaksikan acara Festival Nambo (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM)
Duta besar dari negara Armenia (kemeja putih dan merah tengah) saat hadir dan menyaksikan acara Festival Nambo (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM)

Memang benar, kata Sulkarnain, posisi Kota Kendari sebagai ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara, dihuni berbagai etnis, bahkan hampir berbagai etnis di indonesia ada di kendari. Tetapi tentu tidak harus melupakan bahwa kendari memiliki akar budaya, memiliki asal-usul budaya yang tumbuh sejak kendari mulai dikenal oleh penjajah Belanda kala itu, hingga diusianya sekarang ke – 188 tahun.

“Sengaja kita selenggarakan agenda ini agar sejarah ditemukannya teluk kota kendari akan terus kita kenalkan, kita promosikan, sehingga budaya yang ada di kota kendari ini bisa terus lestari, dikenang oleh anak cucu kita, hingga bisa dikembangkan pada masa-masa yang akan datang,” katanya.

Wali Kota Kendari ini berharap melalui festival nambo ini bisa memberikan ruang dan kesempatan kepada seluruh stakeholder dan generasi muda untuk bisa memanfaatkan festival ini sebagai ajang untuk menunjukkan kemampuan, bakat, mengekspresikan kemampuan dan potensi yang mereka miliki.

Dengan demikian, lanjut Sulkarnain, mudah-mudahan dengan kesempatan-kesempatan yang buka ini, tumbuh karakter-karakter yang bisa beradaptasi dengan kemajuan teknologi saat ini, tetapi tidak melupakan seperti apa dan darimana asal mereka, sehingga nanti kedepannya bisa menyaksikan anak-anak yang sukses, generasi muda yang maju, dan daerah kota kendari tumbuh sejajar dengan daerah-daerah lain di indonesia tetapi tidak melupakan akar budayanya.

“Ini yang kita harapkan, sehingga mereka juga bisa menjadi duta-duta kebudayan, duta-duta wisata kota kendari, dimasa yang akan datang,” ungkapnya.

Delegasi HPS dari Kabupaten Enrekang hadir diacara Festival Nambo, Minggu (3/11/2019) (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM)
Delegasi HPS dari Kabupaten Enrekang hadir diacara Festival Nambo, Minggu (3/11/2019) (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM)

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Kendari, Fauziah A. Rachman, mengaku bersyukur dengan kedatangan tamu-tamu dari berbagai daerah dalam acara festival nambo ini. Semoga dengan kehadiran mereka (tamu) bisa menjadi sumber informasi bagaimana kebudayaan yang ada di kendari juga sebagai shering pengalaman tentang kepariwisataan.

“Alhamdulilah tamu-tamu kita dari berbagai daerah termasuk dari duta besar Armenia sempat bergabung disini cukup senang dan gembira bahkan sempat lulo tradisional, ada yang perwakilan dari Enrekang, Papua Barat, Sorong, Maluku Utara, Sumedang, dan perwakilan DKI, itu semua kita undang berkat koordinasi melalui grup HPS, alhamdulilah mereka bersedia dan menyempakan waktu bersama-sama kita,” tuturnya.

Dia berharap, kedepannya, melalui dukungan DPRD Kota Kendari festival nambo ini akan terus dikembangkan dan akan menjadi agenda rutin tahunan Dikbudpar termasuk untuk pengembangan destinasi-destinasi lain di Kendari, sehingga semakin menabah daya tarik pengunjung wisatawan dan masyarakat di Kota Kendari.

“Kesan tamu yang datang, mereka sangat senang sekali kita sudah undang disini, kan tamu-tamu kita ini merupakan duta dan tamu hps sudah melihat wisata kuliner, jadi mereka sangat puas dengan penyambutan kita disini,” pungkasnya. (Adv)

Laporan : Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.