SULTRAKINI.COM: Belum lama ini pendukung bumi datar menciptakan sejarah bagi mereka sendiri. Komunitas ini sukses menyelenggarakan konferensi internasional bumi datar untuk pertama kalinya di dunia.

Film Karya Tokoh Bumi Datar Ini Bisa Runtuhkan Bumi Bulat
Scientism Exposed 2.

Usai konferensi yang diselenggarakan pada November lalu di North Carolina, Amerika Serikat, kepala konferensi tersebut, Robbie Davidson berambisi untuk meruntuhkan teori bumi bulat dengan film anyar karyanya, Scientism Exposed 2. 

Dikutip dari Inquisitr, Senin 4 Desember 2017, Davidson yakin betul film dokumenternya itu akan secara tegas membuktikan klaim pendukung bumi datar. Dalam wawancaranya ke laman Daily Star Online, Davidson melalui filmnya ingin mengatakan kepada dunia, teknologi canggih hari ini bisa membuktikan teori bentuk bumi adalah datar. 

Davidson juga menyangsikan klaim para ilmuwan telah membuktikan bumi bulat dengan melihatnya dari atmosfer bumi. Bagi Davidson, mustahil untuk mengirimkan orang ke area terluar bumi, sebab menurutnya, teknologi terkini bakal 'tidak tahan’ dalam lingkungan luar bumi tersebut. Teknologi tidak akan berfungsi.

"Pendukung bumi datar tidak semuanya sepakat apa yang terjadi di tepi bumi, tapi yang jelas bumi punya tepian yang datar. Antartika adalah bagian paling tepi dari bumi dan Arktik adalah di bagian tengah," jelasnya. 

Makanya dia heran kenapa area antartika sampai sekarang menjadi 'area terlarang' diakses manusia kecuali untuk kepentingan ilmu pengetahuan. 'Pembatasan' akses menurutnya direyakasa semua pemerintah negara dunia dengan penandatanganan traktat Antartika 1959. 

Teori bumi bulat lain yang ingin digugat dalam film Scientism Exposed 2 yakni soal pendaratan bulan dalam misi Apollo. 

Davidson menuding, pendaratan bulan itu adalah palsu dan dibuat untuk bisa merekayasa foto bumi adalah bulat. 

Teori lain yang dipertanyakan Davidson soal bumi bulat yakni soal kapal yang 'tenggelam' dari pandangan mata di cakrawala. Menurutnya itu adalah ilusi. 

"Jika kita menggunakan teknologi yang lebih baik misalnya lensa zoom, kita bisa melihat kapal tidak menghilang, tapi itu menjadi mengecil (dari pandangan). Ini hanyalah perspektif lain, bahwa teknologi yang lebih baik membuktikan bumi itu datar," jelasnya. 

Davidson menuturkan, memang ada beberapa akademisi yang mendukung teori bumi datar. Tapi secara umum, komunitas ilmiah memandang minor dinamika yang dilontarkan pendung bumi datar. Davidson mengatakan, komunitas ilmiah mencoba menghindari perdebatan dengan mengonstruksi bahwa pendukung bumi datar terus-menerus ngeyel dengan terus mengajukan pertanyaan dan meragukan temuan yang telah mapan.


Sumber: Viva.co.id

IKLAN KPU IKLAN LION

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations