Iklan Clarion

FKIP UHO Seminar Ekonomi Syariah

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Ratusan mahasiswa Universitas Halu Ole (UHO) mengikuti kegiatan seminar nasional yang diadakan Komunitas Istiqomah bekerjasama dengan Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Pendidikan (FKIP) di Aula Mokodompit UHO, Minggu (23/12/2018).

Seminar yang mengangkat tema “Manggagas Sistem Ekonomi Alternatif, Solusi Tuntas Problem Perekonomian Indonesia” itu dibuka oleh Wakil Dekan satu Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Rostin.

[ Klik Banner untuk ke Halaman Registrasi ]

Rostin menjelaskan anjloknya ekonomi di Indonesia di sebabkan oleh melemahnya nilai rupiah dan
peran dagang antara Amerika dan China.

“Perekonomian suatu negara ditentukan oleh sitem ekonomi negara, dan problem ekonomi ini tidak perna tuntas,” Rostin, Minggu (23/12/2018).

Sekertaris Jurusan Pendidikan Ekonomi, Abdulah Igo Bidi, mengatakan dalam mengembangkan ekonomi di Indonesia khususnya di Sulawesi Tenggara pendidikan ekonomi saat ini sudah melahirkan pendidikan ekonomi syariah sebagai kurikulum wajib.

“Perkembangan saat ini animo mahasiswa yang memprogram ekonomi syariah sudah mulai tinggi,” ujar Abdulah.

Sementara itu, Pemateri Seminar Nasional, Ustad Dwi Condro Triono, membawakan materi tentang sistem ekonomi Islam untuk kesejahteraan rakyat.

” Ada empat yang pokok harus dibahas dalam materi ini, sebagai dasar mahasiswa untuk memahami perekonomian, yakni sistem ekonomi kapitalisme, sistem kapitalisme menimbulkan krisis terus menerus, solusi ekonomi islam yang parsial dan solusi ekonomi islam yang sistemik,” ujar Ustad Dwi Condro Triono.

Lanjut Condro, sistem ekonomi supaya sehat ada dua hal yang harus diterapkan yaitu keadilan dan kesejahteraan.

“Namun jika riba masih terus ada dalam perekonomian Indonesia maka akan terus menimbulkan krisis ekonomi,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Panitia Seminar Nasional, Rizal, mengatakan ekonomi menjadi sehat jika sistem ekonomi kapitalisme diganti dengan ekinomi syariah.

“Harapan kami seluruh panitia bagi peserta seminar hari ini bisa diterapkan dalam kegiatan sehari-hari dan disosialisasikan di masyarakat,” tutupnya.

Laporan: Wa Rifin
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.