SUARA

Gandeng PT SidoMuncul, Pemda Mubar Kembangkan Singkong Gajah

SULTRAKINI.COM: MUBAR – Menggandeng PT. Sido Muncul Semarang Jawa Tengah bersama Direktur Utama Bank Sultra Pemerintah daerah Kabupaten Muna Barat akan mengembangkan komoditas singkong gajah. Nantinya, Bank Sultra akan memberikan peminjaman modal kepada petani Mubar sebesar 25 Juta untuk setiap hektarnya, setelah mencapai hasil panen, PT. Sido Muncul akan membeli hasilnya seharga 700 Rupiah setiap kilogramnya.

Dijelaskan, Pj Bupati Muna Barat, Rajiun Tumada, dirinya sudah berkunjung ke Perusahaan PT. Sido Muncul Semarang Jawa Tengah dan melihat langsung pabrik pengolahan singkong gajahnya yang memiliki luas kurang lebih 2 Hektar.

yamaha

Singkong gajah yang memiliki Nama binomial Manihot esculentaini adalah varietas antara ubi karet dan ubi kayu yang dapat menghasilkan singkong gajah antara 40 hingga 60 Kilogram dalam sekali tumbuh.

“Keuntungan yang diperoleh dari hasil sekali panen singkong gajah, bisa mencapai 52 Juta Rupiah per hektarnya”. Kata Rajiun memaparkan.

Rajiun sangat optimis akan hal ini, karena Bank Sultra sangat serius dan memberikan kepercayaan kepada masyarakat Muna Barat dalam kerjasama memberikan peminjaman modal.

“Menurut yang saya ketahui, biasanya Bank berani memberikan modal kepada petani, jika pembeli (buyernya) sudah jelas, dan kabar baiknya, saat ini Bank Sultra sudah melakukan ikatan kontak dengan 5 daerah di Sulawei Tenggara, yang salah satunya adalah Kabupaten Muna Barat,” ungkap Rajiun.

Yang menariknya kata Rajiun, pengolahannya akan dilakukan sendiri oleh masyarakat, dengan bentuk home industri. Artinya, bahan baku berupa singkong gajah tidak dikirim ke Jawa, namun di kelola oleh kelompok-kelompok home industri yang ada di desa sekitar perkebunan tersebut.

Rencananya pada 17 Juli 2016 mendatang, Managemen PT. Sido Muncul Semarang Jawa Tengah bersama Direktur Utama Bank Sultra akan bertandang ke Muna Barat dalam penandatanganan rangka kerjasama pengembangan budidaya singkong gajah.

Untuk di Sultra, budidayaan tanaman yang ditemukan oleh Professor Ristono, guru besar Universitas Mulawarman ada tahun 2006 ini, sudah dikembangkan di Kabupaten, Kabupaten Muna barat, Kolaka timur, Konawe, Bombana dan Konawe Utara.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.