SULTRAKINI.COM: MUNA BARAT - Meninggalnya Putriani Anjarsari menyimpan duka bagi mantan gurunya Irwan Hidayat sewaktu bersekolah di SMAN 1 Kusambi, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara.

Guru: Putriani Anjarsari Biasa Menyempatkan Diri Silaturahmi dengan Guru SMA-nya
Kediaman Putriani Anjarsari di kampung halamannya Desa Guali, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sultra, Rabu (20/12/2017). (Foto: Akhir Sanjaya/SULTRAKINI.COM)

Dimata Irwan Hidayat, Almarhumah semasa SMA merupakan anak yang baik dan termasuk salah satu siswa cerdas. Hal itu dibuktikan dengan lulusnya dia di perguruan tinggi lewat jalur SNMPTN dan lulus di Jurusan Farmasi, Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Dia juga akhir berorganisasi di dalam lingkungan sekolah.

"Putriani (Almarhumah) di kala libur kuliah, ia selalu menyempatkan diri silaturahim dengan guru-gurunya di SMAN 1 Kusambi. Kami semua berduka atas meninggalnya Putriani," kata Irwan, Rabu (20/12/2017).

Menurutnya, terakhir kali bertemu almarhumah ketika perayaan Idul Fitri 2017. Dia berharap, keluarga yang ditinggalkan bisa mengikhlaskan kepergian almarhumah.

"Saya sebagai mantan gurunya berharap kepada semua pihak untuk mengikhlaskan kepergiannya, apabila semasa hidupnya almarhumah pernah berbuat salah, baik secara lisan maupun dengan perbuatan mohon dimaafkan," ucap Iwan.

(Baca: Jenazah Putriani Anjarsari Disambut Isak Tangis Keluarga)


Laporan: Akhir Sanjaya

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations