Guru SMPN 4 Wangi-wangi Aniaya Muridnya

SULTRAKINI.COM:WAKATOBI- Wajah dunia pendidikan kembali tercoreng denga aksih salah seorang guru di SMPN 4 Wangi-wangi, Irwan (41) yang tega menampar siswanya sendiri, Abdul Rafik (14) diruang kelas.

Tindakan anarkis yang dilakukan oleh Irwan terhadap muridnya yang baru duduk dibangku kelas 9 B ini, dipertontongkan dihadapan puluhan muritnya pada senin (3/4/2017), sekitar pukul 10.00 Wita, kemarin.

“Kemarin itu, mungkin ada perkataan yang didengar sama pak Irwan, karena tiba-tiba biliau masuk dan tanya sapa yang bicara. Saya belum sempat bicara pak Irwan langsung tampar saya di pipi kananku sampai jam tangannya pak Irwan jatuh dan saya langsung pusing.” Kata korban (Abdul Rafik) saat ditemui di kediamannya, di Desa Patuno. Selasa (14/4/2017)

Ia (Abdul Rafik) hari ini tidak masuk sekolah karena ia masih trauma dan malu sama teman-temannya.

Id Bulog

Orang tua Abdul Rafik, Rusidi mengatakan awalnya ia tidak terima dengan perlakuan guru terhadap anakny anaknya, namun saat ini ia telah memaafkan guru tersebut karena selain guru tersebut telah memintah maaf langsung namun guru tersebut  tak lain adalah tetangganya sendiri. Sehingga iapun tidak membawa kasus yang meninpah anaknys ke kepolisian.

Sementara itu, Irwan (pelaku, red) saat ditemui di ruang dewan guru SMPN 4 Wangi-wangi mengakui ia telah melakulan aksi koboy tersebut,

“Awalnya saya keluar mau ke wanci, namun saya dengar dari kelas 9 B ada yang bicara dengah bahasa wanci yang artinya kalau pak Irwan itu jangan kita anggap.” ungkap guru (Irwan) yang mengaku sebagai kepala sekolah SMAN 1 Wangi-wangi, walaupun belum dilantik.

Namun menurut pengakuan salah seorang siswi kelas 9 b yang saat itu menyaksikan kejadian tersebut yang berinisian MM menjelaskan bahwa bukan Abdul Rafik yang mengeluarkan perkataan tersebut.

“Yang mengeluarkan perkataan yang buat pak Irwan marah itu teman kelas kami yang berinisial LM, namun salah seorang siswi berinisial FM menuduh Abdul Rafik sehingga tampa basa basi Irwan pun langsung menampar Abdul Rarik.” tutur sisiwi yang sengaja disembunyikan namanya

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.