Iklan Clarion

Harga Cabai dan Bawang Diprediksi Naik Jelang Natal dan Tahun Baru

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Mendekati perayaan Natal dan tahun baru 2017, menjadi momentum tersendiri bagi para pedagang cabai untuk meraup untung lebih banyak. Pasalnya, jelang momen tersebut konsumsi masyarakat terhadap bahan-bahan pokok terhitung meningkat dari hari biasanya.

Berbeda dari musim sebelumnya, komoditas hasil pertanian seperti cabai terbilang meningkat akibat musim kemarau sehingga menyebabkan gagal panen dikalangan para petani.

Namun saat ini harga cabai cenderung masih stabil. Di Pasar Baruga Kota Kendari, harga cabai merah masih stabil pada angka Rp 25 ribu hingga Rp 35 setiap kilonya.

Salah seorang pedagang cabai pasar tesebut, Titin mengungkapkan bahwa saat ini memang harga cabai masih stabil, mengingat pasokan cabai dari para petani yang menjadi distributor dari daerah Konsel terbilang lancar.

Pedagang lainnya, Jusma membenarkan stabilnya harga cabai di pasaran. “Harga cabai sekarang memang masih stabil, karena tahun ini sekalipun musim tidak terlalu bisa ditebak, hasil panen Alhamdulillah masih lumayan banyak,” kata Jusma.

Menurut Jusma, menjelang Natal dan Tahun baru ini, kemungkinan ada kenaikan hingga Rp 37 hingga Rp 40 ribu setiap kilogramnya. Kenaikan ini dipengaruhi peningkatan konsumsi masyarakat atas komoditas cabai karena banyaknya acara saat momen tersebut. 

Kenaikan harga cabai jelang Natal dan tahun baru ini, diakui Sekretaris Jenderal Asosiasi Agrobisnis Cabai Indonesia (AACI) Abdul Hamid di Jakarta, bahwa kenaikan ini merupakan trend tahunan. 

Seperti diketahui, harga cabai di pasar tradisional jakarta dan serta sejumlah kota bedar lainnya di Indonesia juga mengalami kenaikan yang sama.

Menurut perkiraannya, hingga januari 2017 harga cabai dipasaran akan tertahan pada angka Rp 60 hingga Rp 70 Ribu per kilogram.

Selain Cabai, komoditas yang juga diprediksi mengalami kenaikan harga jelang Natal dan tahun baru yakni bawang putih. Bahkan dari pantauan SULTRAKINI.COM, harga bawang putih dipasaran telah mengalami kenaikan.

Di Pasar Baruga, harga bawang putih sebelum sebesar Rp 29 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogramnya. Setelah mengalami kenaikan menjadi Rp 37 ribu hingga Rp 40 ribu setiap kilogramnya.

“iya memang naik kalau bawang putih, bawang merah tetap stabil” kata Ria yang salah seorang pedagang bawang.

Namun penyebab naiknya harga bawang putih ini bukan respon menjelang Natal dan tahun baru. Melainkan karena pasokan bawang dari para petani yang kurang. 

Seorang pedagang bawang putih, Sirajudin Akbar menjelaskan bahwa penyebab naiknya harga bawang putih karena beberapa pemasok mengeluhkan minimnya hasil panen bawang putih di kalangan petani.

“Penyebab utama dari sedikitnya hasil panen adalah banjir. Menurutnya, harga bawang putih akan semakin naik seiring semakin dekatnya Natal dan tahun baru,” kata Sirajudin.

Reporter: Yasrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.