Harga Daging Ayam dan Telur Mengalami Kenaikan Hingga Bulan Ramadan 

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Sulawesi Tenggara menyampaikan dari 16 bahan pokok yang dipantau harganya di pasar tradisional di Kota Kendari ada sekitar empat jenis komoditi yang mengalami kenaikan harga. 

Adapun komoditi yang mengalami kenaikan harga berdasarkan data Disperindag yakni daging ayam broiler sebelumnya Rp 28 ribu menjadi Rp30 ribuan perkilo gram, telur ayam ras sebelumnya Rp24 ribu menjadi Rp25 ribu perkilo, cabai besar sebelumnya Rp35 ribu menjadi Rp36 ribuan perkilo, dan harga cabai rawit merah mash stabil yakni Rp68 ribuan perkilo.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Sulawesi Tenggara, Siti Saleha, mengatakan kenaikan harga pada beberapa komoditi terutama daging ayam akan berlangsung sampai awal masuk Bulan Suci Ramadhan 2021.

“Mendekati lebaran untuk komoditi daging ada kenaikan harga, kenaikan harga terjadi pada daging ayam broiler dan telur ayam ras, sementara daging sapi masih stabil melihat di tahun sebelumnya kondisi pandemi tetap di harga Rp125 ribu perkilo dan saat ini stoknya juga aman,” kata Siti Saleha, Selasa (23/3/2021).

Ia sampaikan kondisi stok daging ayam broiler dipasar saat ini sedikit disebabkan masih pembibitan untuk persiapan bulan puasa dan lebaran.

“Memang stok ayam kurang karena kandang lagi di bersihkan untuk pembibitan ini dilakukan memenuhi permintaan pasar jelan puasa dan hari raya Idul Fitri,” terangnya.

Untuk menekan harga dipasaran Disperindag Sultra akan lakukan sidak satu minggu sebelum masuk pembukaan puasa bersama Satgas Pangan dan Tim TPID untuk mengecek secara langsung perkembangan harga dan ketersediaan stok.

“Selain pasar yang menjadi sasaran sidak beberapa toko ritel juga akan di sidak. Kegiatan ini biasanya kami lakukan satu minggu sebelum puasa dan dua minggu sebum lebaran,” ujarnya.

Mantan Plt Bupati Bombana itu menambahkan, jelang puasa Ramadan pihaknya juga akan mengadakan pasar murah di depan kantor Disperindag, itudilaksanakan demi menghindari penyebaran Covid-19 akan digelar sesuai prokes.

“Pasar murah hanya satu titik dan pengunjungan diwajibkan mematuhi prokes, jadi nanti akan antrian untuk berbelanja,” akunya.

“Harapannya pasar murah ini dapat menekan harga dipasar saat bulan puasa dan lebaran,” tutupnya. (C)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.