Hari Ibu dan HUT Dharma Wanita Sultra: Emansipasi Wanita di Segala Aspek Pembangunan

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Darma Wanita Persatuan memperingati Hari Darma Wanita ke-20 Tingkat Provinsi Sultra di Kota Kendari, Sabtu (28/12/2019). Bertema Perempuan Berdaya, Indonesia Maju ini sekaligus memperingati Hari Ibu 2019.

Turut hadir dalam acara tersebut gubernur Sultra, kapolda Sultra, kepala Kejaksaan Tinggi Sultra, Danrem 143 Halu Oleo, ketua KONI Sultra, kepala BNNP Sultra, Pj Sekda Provinsi, ketua Pengadilan Tinggi Agama Sultra, dan Lanal Kendari.

Gubernur Sultra, Ali Mazi, mengatakan Hari Ibu setiap tahunnya adalah untuk mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama bagi generasi muda bangsa terhadap keberadaan dan peran penting kaum perempuan Indonesia dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Selain itu, pembangunan pemberdayaan perempuan, perlindungan perempuan dan anak, tercantum dalam misi pertama, yakni meningkatkan kualitas hidup masyarakat agar berdaulat dan aman dalam bidang ekonomi, pangan, pendidikan kesehatan, lingkungan, politik, serta iman dan takwa.

“Kita masih diperhadapkan pada berbagai persoalan sosial dan berdampak kepada kehidupan masyarakat, khususnya perempuan dan anak, seperti terjadinya kekerasan, bentuk-bentuk perlakuan diskriminatif dan lain sebagainya,” ujarnya.

Menyikapi persoalan tersebut, lanjut Ali Mazi, peran keluarga menjadi salah satu kunci mencegah terjadinya kekerasan tersebut. Lingkungan keluarga sepantasnya bisa mengajarkan anak akan nilai-nilai etika dan moral.

“Termaksud peran laki-laki sangat penting dalam kampanye gerakan yang mendukung pencegahan kekerasan,” tambahnya.

Fortune

Ketua Darma Wanita Provinsi Sultra, Nur Endang Abbas Trio P, menambahkan perkembangan organisasi dalam proses menuju organisasi yang profesional tidak terlepas dari peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan anggota serta memelihara persatuan dan kesatuan bangsa.

HUT Dharma Wanita, kata dia menjadi media intropeksi atau evaluasi untuk meningkatkan kinerja ke depannya. Serta peranannya sebagai mitra pemerintah di bidang pendidikan dan sosial.

“Kami mengajak para pengurus dan anggota Darma Wanita selalu berupaya meningkatkan kualitas sebagai anggota organisasi, menjadi sebuah organisasi perempuan yang besar,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak (P3A) Provinsi Sultra, Andi Tenri Rawe Silondae mengajak para ibu untuk meningkatkan peranannya dalam setiap aspek kehidupan. Termasuk peranannya ikut mempengaruhi segala aspek pembangunan di Sultra.

“Kami berharap para ibu dihargai perjuangannya, semakin aksis ke depannya. Untuk kekerasan perempuan dan anak itu semakin menurun angkanya, perempuan semakin dihargai perjuangannya dan berperan dalam setiap aspek pembangunan,” terang Andi Tenri.

Laporan: Riswan
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.