Hasil Rapid Test, 13 Warga dan 8 Pegawai Lapas Baubau Reaktif

SULTRAKINI.COM: BAUBAU – Berdasarkan hasil rapid test Dinas Kesehatan Kota Baubau terhadap 368 warga binaan dan pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kota Baubau di Blok Kamar Lapas pada, Jumat (25 September 2020). 13 warga binaan dan 8 pegawai dinyatakan reaktif.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau, Wahyu mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan sebanyak 368 sampel yang diambil dari 76 orang pegawai dan 292 orang warga binaan Lapas, 21 sampel dinyatakan reaktif.

“Keseluruhan jumlah warga binaan 449 orang, jadi masih 157 yang belum dirapid, masih ada dua kamar yang belum di keluarkan, hasilnya pegawai reaktif 8 orang dan 13 orang warga binaan,” ungkap Wahyu, Jumat (25/9/2020).

Menyikapi hal itu, Dinas Kesehatan Kota Baubau dalam waktu dekat akan menjadwalkan tes swab bagi warga binaan dan pegawai Lapas yang dinyatakan reakti.

“Namun untuk sementara kesemuanya diinstruksikan untuk beristirahat dulu sebelum dilakukan tes swab,” ucapnya.

Kata Wahyu, untuk proses rapid test di Lapas belum keseluruhan warga belum di rapid disebabkan stok alat rapid sangat terbatas.

yamaha

“Saat ini kami kehabisan alat rapid tes, kami masih siapkan untuk pembelian lagi,” tambah Wahyu.

Kepala Lapas Kelas II A Baubau, La Samsuddin, mengatakan hasil rapid tes ini kemudian akan dilaporkan ke Kementrian Hukum dan Ham pusat, Sekretaris Jenderal dan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, agar dapat ditempuh langkah-langkah pencegahan lainnya..

Selain itu, kata Samsuddin, warga binaan yang reaktif akan ditempatkan dalam ruangan khusus sampai jadwal tes swab yang ditentukan dan keluarnya hasil tes swab gugus tugas Covid-19, sebelum dikirim ke pusat isolasi bagi warga binaan di Lapas perempuan Kendari.

“Sudah ada perintah dari Kakanwil dan dipastikan untuk isolasi di Lapas Perempuan Kendari,” ujar Samsuddin. (B)

Laporan: Aisyah Welina
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.