Hugua: Lewat BOP, Satu Orang Wakatobi Punya 5 Kesempatan Kerja

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Terkait masuknya Badan Otoritas Pariwisata (BOP) di Wakatobi, Bupati, Hugua menyatakan, hal tersebut akan membuka lapangan kerja yang besar bagi masyarakat Wakatobi, hingga satu orang akan mendapatkan lima kesempatan kerja.

 

\”Dengan Masuknya BOP di Wakatobi, kita telah menargetkan bahwa angka kunjungan wisatawan di  Wakatobi akan mencapai 500 ribu orang dan bila dibandingkan dengan jumlah penduduk wakatobi hanya sekitar 100 ribu jiwa lebih maka satu orang masyarakat Wakatobi akan dipikul 5 kesempatan kerja,\” ucap Hugua saat di temui di rujabnya beberapa, Senin (13/6/2016).

Menurut Hugua, kehawatiran sebagian masyarakat bahwa BOP akan membawa keuntungan untuk para pengusaha besar saja dan akan mematikan pengusaha kecil atau lokal karena para turis akan menginap di hotel bintang lima atau hotel yang berkelas, merupakan persepsi yang keliru. Karena para turis akan menginap di hotel atau penginapan yang sesuai kemampuan uangnya.

 

\”Kan kalau ada pertemuan para kepala daerah seindonesia atau seasia di Wakatobi dan satu kepala daerah membawa rombongan 10 orang, kan tidak mungking 10 orang tersebut akan nginap di hotel bintang lima, palingan hanya kepala daerahnya saja, kalau staf atau rombongan yang lain pasti akan cari hotel atau penginapan rakyat yang sesuai dengan uangnya mereka,\” jelas Hugua.

 

Namun demikian, Ia mengakui disetiap pembangunan punya efek negatif dan positifnya, namun dalam pembangunan BOP Wakatobi ini, ia meyakini bahwa efek positifnya lebih bisar dibandingkan efek enegatifnya. Karena selama Wakatobi berdiri dan banyaknya turis yang datang di Wakatobi, belum pernah dilihat ada turis yang jalan dengan pakaian setengah telanjang di jalan raya.\”Efek negatifnya hanya sekitar 10 persen saja namun efek positifnya 90 persen. Selama ini tidak ada 

 

turis yang berjalan di jalan dengan pakayan setengah telanjang, tidak ada turis yang datang ke Wakatobi mencari tempat prostitusi disini, dan sepanjang lembaga adat dan Perda kita ada, pasti hal yang dihawatirkan tidak mungkin ada,\” tegas Bupati dua periode ini.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.