Iklan Clarion

HUT 66 Tahun, IGTKI Tekankan Pentingnya Literasi

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Tanggal 22 mei merupakan momen yang bersejarah bagi guru TK di seluruh tanah air. Pasalnya tepat 66 tahun yang lalu di tanggal tersebut, dibentuk organisasi Ikatan guru taman kanak-kanak Indonesia (IGTKI) sebuah wadah perjuangan bagi guru taman kanak-kanak tersebut.

 

[ Klik Banner untuk ke Halaman Registrasi ]

Menyambut 66 tahun organisasi tersebut, Ketua I IGTKI-PGRI Provinsi Sultra, Hadriani mengatakan, maraknya implementasi kurikulum 2013 pendidikan anak usia dini (PAUD), maka para guru TK harus menyatukan langkah menyamakan persepsi, dan mendorong sampai ke satuan pendidikan untuk mewujudkan KTSP sesuai dengan kebutuhan anak dilingkungan setempat dengan acuan permendikbud no.146 tahun 2014 dan pelaksanaannya tahun pelajaran 2016/2017.

 

Menurutnya, literasi dasar menjadi komponen kemampuan abad 21 yang perlu diperhatikan berikutnya. Karena, literasi dasar memungkinkan anak-anak meraih ilmu dan kemampuan yang lebih tinggi serta menerapkannya kepada kehidupan hariannya.

 

Dengan demikian, kata Hadriani, arahan pemerintah dimasa yang akan datang lebih meningkatkan kompetensi guru sebagai pembelajar dengan uji kompetensi guru (UKG) setiap tahun sebagai pemetaan bagi pemerintah dan sebagai evaluasi diri bagi para guru TK.

 

Selain itu, ia juga berpesan, untuk para pengurus dan anggota IGTKI agar lebih giat lagi dalam meningkatkan kompetensi diri dan kualifikasi dalam rangka menghadapi tantangan-tantangan masa yang akan datang.

 

\”Saya sebagai ketua I IGTKI-PGRI Provinsi Sultra sudah melakukan pertemuan informal dengan bapak menteri untuk masalah TPG dan Dapodik. Untuk itu, saya mengharapkan pengurus dan anggota untuk bersabar kalau TPG memang belum cair karena PGRI dan IGTKI telah memperjuangkan dan menteri merespon akan meninjau ulang dan melihat secara cermat,\” ujar Hadriani ditemui usai acara HUT IGTKI, Senin (23/5/2016) di Aula Bertakwa Walikota.

 

Ia juga menghimbau untuk pengurus IGTKI-PGRI Provinsi sampai ke pengurus IGTKI – kabupaten dan kota serta ke kecamatan, harus proaktif dan senantiasa dapat menjadi pioner dalam pembaharuan, berani melakukan terobosan-terobosan dalam pengelolaan organisasi secara efektif, dinamis dan kreaktif, demi kepentingan, kepedulian, dan kesejahteraan anggota.

 

Sementara itu, dalam sambutannya Ketua IGTKI-PGRI kota Kendari, Samuria mengungkapkan, pada HUT guru TK yang ke-66 yang mengambil teman \”Strategi penguatan guru pembelajar yang berkualitas bagi guru taman kanak-kanak dalam mewujudkan pentahapan wajib PAUD I tahun pra SD\”, akan diadakan lomba kreaktivitas guru dan kreaktivitas anak.

 

Lomba kreaktifitas guru seperti lomba lari karung, bola gotong. Sedangkan untuk lomba kreaktivitas anak seperti lomba melukis dan menggambar bersama orang tuanya.

 

Ia menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk, memberikan motivasi guru agar lebih meningkatkan lagi kinerja, kualitas dalam menghadapi usia dini khususnya anak taman kanak-kanak yang mana program yang dicanangkan terutama program wajib PAUD untuk persiapan masuk SD.

 

Hingga saat ini TK di kota Kendari ada 150 sekolah dan PAUD-nya ada 500-an yang sudah termasuk guru honorer. Tetapi pemerintah juga sekarang memprioritaskan guru sertifikasi dan itu harus 15 orang tiap anak.

 

\”Kami cukup prihatin karena disamping banyaknya PAUD yang sudah ada, juga kemudian play group kelompok anak bermain, sudah cukup banyak dibuka sekitar 200-an. Jadi kami sebagai guru masih kurang murid yang sesuai aturan pemerintah tentang guru sertivikasi,\” tutup Samuria.

 

Dikesempatan yang sama, Walikota Kendari, Asrun, yang turut hadir dalam peringatan HUT IGTKI-PGRI ke 66, mengungkapkan dalam sambutannya, warga IGTKI-PGRI terutama yang ada di kota Kendari agar senantiasa mengutamakan persatuan dan kesatuan dalam melaksanakan kegiatan baik organisasi maupun para guru ditaman kanak-kanak.

 

Dalam rangka meningkatkan kualitas pembinaan dan pendidikan anak pra sekolah serta usaha peningkatan kualitas pendidikan termasuk didalamnya pendidikan anak pra sekolah, harus diutamakan dalam hal pengembangan kreativitas anak.

 

\”Kita sama-sama mengetahui bahwa usia taman kanak-kanak adalah usia emas yang perlu mendapat perhatian lebih baik dari guru pemerintah terlebih masyarakat dalam hal ini orang tua murid,\” ujar Asrun ditemui SULTRAKINI.COM usai acara.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.