SUARA

Hutan Mangrov di Butur Terancam Gundul

SULTRAKINI.COM: BUTUR – Hutan bakau (Mangrov) yang terdapat di pesisir pantai Lambale Kecamatan Kulisusu Barat (Kulbar), Buton Utara (Butur) terancam gundul. Pasalnya, penebangan pohon dilakukan secara membabi buta oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.Kerusakan hutan Mangrov ini diungkap salah seorang warga Lambale, Muh. Saleh ketika berdialog dengan anggota Komisi II DPRD Butur di Balai Pertemuan Desa Kotawo, Minggu (6/3/2016).Menurut Saleh, kerusakan hutan Mangrov di muara sungai Lambale dan sekitarnya sudah parah. Penebangan liar terus terjadi, sehingga pohon bakau nyaris rata dengan tanah.Harusnya, kata Saleh, Dinas Kehutanan jangan hanya operasi di atas kapal dan duduk di meja. Demikian pula dengan Kantor Pemangku Hutan Lindung (KPHL) harus meningkatkan pengawasan, sehingga pencurian bakau dapat diminimalisir.Ia menuturkan, sejak pohon-pohon bakau itu dirusak, penghasilannya mencari kepiting makin berkurang. Karena, tempat tinggal kepiting sudah rusak.\”Bayangkan pak, pohon-pohon yang dipinggir laut ditebang. Kemudian di bom lagi,\” ungkapnya.Anehnya, lanjut dia, ketika program pembibitan Mangrov dilaksanakan oleh KPHL, patoknya diambil dari batang bakau. \”Kita juga heran, patok pembibitannya dipotongkan dari batang bakau,\” katanya.Saleh menduga, bakau yang ditebang tersebut diselundupkan ke Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebab, dilihat dari ukurannya 6×20 cm bukan untuk kayu bakar. \”Kalau dipakai untuk kayu bakar tidak mungkin ukuran 6×20 centimeter,\” tandasnya.Terkait persoalan ini, anggota Komisi II DPRD Butur, Al Munatzir mengatakan, pengawasan hutan Mangrov merupakan tupoksi KPHL. Karena itu, pihaknya akan meminta penjelasan kepada kepala KPHL terkait kerusakan Mangrov tersebut.\”Kami di DPRD bukan bicara persoalan teknis, hanya pengawasan. Nanti kami minta penjelasan KPHL,\” tuntasnya.Sekedar diketahui, hutan Mangrov di Butur seluas lebih kurang 12 ribu hektar. Bila penebangan liar ini tidak diatasi, bisa jadi Mangrov akan habis, tinggal menyisakan cerita.(B)Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.