Impor Sultra November 2020 Meningkat, Didominasi Komoditi Bahan Bakar Mineral

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat nilai impor Sultra pada November 2020 sebesar US$130,18 juta atau mengalami kenaikan 10,72 persen dibanding impor Oktober 2020 yang tercatat US$117,57 juta. Sedangkan, volume impor pada November 2020 tercatat 318,49 ribu ton atau turun 8,94 persen dibanding impor Oktober 2020 yang tercatat 349,77 ribu ton.

Selama periode Januari 2019 – November 2020, nilai impor Sultra tertinggi tercatat pada November 2019 dengan nilai mencapai US$341,77 juta dan terendah tercatat di Maret 2019 yaitu US$28,75 juta. Sementara itu, volume impor tertinggi tercatat pada November 2019 yang mencapai 1.707,17 ribu ton dan terendah di Januari 2019 dengan volume 38,99 ribu ton.

Statistisi Ahli Madya selaku Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Sultra, Surianti Toar, mengatakan impor Sultra November 2020 didominasi oleh kelompok komoditi Bahan Bakar Mineral dengan nilai US$36,88 juta atau 28,33 persen dan diurutan kedua adalah kelompok komoditi Besi dan Baja dengan nilai US$32,12 juta atau 24,68 persen.

“Kenaikan terbesar impor Sultra November 2020 dibanding Oktober 2020 terjadi pada kelompok komoditi Bahan Bakar Mineral senilai US$11,65 juta atau 46,19 persen,” ujar Surianti, Senin (4/1/20201).

Impor Sultra November 2020 mengalami kenaikan sebesar 10,72 persen dibanding bulan sebelumnya. Kata Surianti, kondisi tersebut disebabkan oleh kenaikan impor terbesar dari Negara Tiongkok senilai US$7,35 juta atau10,88 persen.

Kantor Bulog Raha

“Dari sisi peranan terhadap total impor Januari-November 2020, Tiongkok merupakan negara asal barang utama terbesar dengan nilai impor US$778,18 juta atau 57,80 persen, diikuti Afrika Selatan dengan nilai US$133,97 juta atau 9,95 persen, dan Australia dengan nilai impor US$132,41 juta atau 9,84 persen,” ungkap Surianti.

Sesuai catatan BPS Sultra, peranan ketiga negara asal barang utama tersebut mencapai 77,59 persen dari total impor Sultra pada Januari-November 2020.
 
Sementara itu, menurut golongan penggunaan barang, selama November 2020 golongan bahan baku/penolong memberikan peranan terbesar yaitu 87,87 persen dengan nilai US$114,38 juta.

“Selama Januari-November 2020 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, nilai impor barang konsumsi mengalami kenaikan sebesar US$1,06 juta atau 63,36 persen, bahan baku/penolong mengalami kenaikan sebesar 8,22 persen atau senilai US$83,49 juta dan barang modal turun 21,40 persen atau senilai US$66,66 juta,” jelasnya.

Surianti juga menyampaikan nilai neraca perdagangan Provinsi Sulawesi Tenggara November 2020 mengalami surplus sebesar US$279,79 juta. Sedangkan secara kumulatif, neraca perdagangan Sulawesi Tenggara Januari-November 2020 mengalami surplus US$813,29 juta. 

“Kondisi tersebut sejalan dengan periode yang sama tahun lalu (Januari-November 2019), dimana nilai neraca perdagangan Sulawesi Tenggara mengalami surplus US$341,43 juta,” tutupnya. (C)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.