Indeks Harga Konsumen Mengalami Deflasi di Sultra, Berikut Kelompoknya

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara menyampaikan hasil pemantauan terhadap Indeks Harga Konsumen (IHK) gabungan dua kota di Sultra. Pada bulan Januari 2021 mengalami deflasi sebesar 0,39 persen dengan IHK 104,74. 

Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti, mengatakan inflasi gabungan dua kota di Sultra pada Januari 2021 sebesar 0,39 persen disebabkan karena penurunan indeks harga pada kelompok transportasi sebesar 1,56 persen; kelompok pakaian dan alas kaki 0,57 persen.

“Disusul oleh menurunnya indeks harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau 0,36 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,27 persen; serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,05 persen,” terang Agnes, Senin (1/2/2021).

Agnes menyebutkan IHK yang mengalami deflasi di Sultra menurut kelompok, antara lain:

Pertama; kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Pada Januari 2021 tercatat deflasi 0,36 persen atau terjadi penurunan indeks dari 106,41 pada Desember 2020 menjadi 106,02 pada Januari 2021.

Sub kelompok yang mengalami deflasi yaitu sub kelompok makanan 0,45 persen dan sub kelompok minuman yang tidak beralkohol 0,07 persen. Sedangkan sub kelompok rokok dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,03 persen.

“Komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi antara lain, ikan kembung, ikan gembung, ikan banyar, ikan gembolo, ikan aso-aso 0,10 persen, daun kelor 0,06 persen, bawang merah 0,03 persen, serta ikan katamba dan kacang panjang masing-masing sebesar 0,02 persen,” kata Agnes.

Kedua; kelompok pakaian dan alas kaki. kelompok ini pada Januari 2021 tercatat deflasi sebesar 0,57 persen, hanya satu sub kelompok tercatat deflasi yaitu sub kelompok pakaian 0,73 persen. Sedangkan sub kelompok alas kaki tercatat tidak mengalami perubahan/relatif stabil. 

Kelompok ini pada Januari 2021 memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,04 persen yang disumbang oleh komoditas celana panjang jeans pria 0,02 persen, serta celana pendek pria dan blus wanita masing-masing sebesar 0,01 persen.

Ketiga; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga. Pada Januari 2021 tercatat deflasi sebesar 0,05 persen. Satu sub kelompok tercatat deflasi yaitu sub kelompok listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,15 persen. 

Sedangkan sub kelompok sewa dan kontrak rumah tercatat mengalami inflasi sebesar 0,05 persen, serta sub kelompok pemeliharaan, perbaikan, dan keamanan tempat tinggal/perumahan 0,01 persen. Sedangkan sub kelompok penyediaan air dan layanan perumahan lainnya tercatat tidak mengalami perubahan/relatif stabil. 

“Jadi kelompok ini pada Januari 2021 memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,01 persen yang disumbang oleh komoditas bahan bakar rumah tangga dan cat tembok masing-masing sebesar 0,01 persen, semen sebesar 0,001 persen, serta kayu balokan sebesar 0,0004 persen,” ujarnya.

Keempat; yakni kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga. Kelompok deflasi 0,27 persen. Sub kelompok yang tercatat deflasi yaitu sub kelompok peralatan dan perlengkapan perumahan dan kebun 2,35 persen; sub kelompok tekstil rumah tangga 0,92 persen; sub kelompok peralatan rumah tangga 0,32 persen; serta sub kelompok furnitur, perlengkapan dan karpet 0,29 persen. 

Sub kelompok barang dan layanan untuk pemeliharaan rumah tangga rutin tercatat mengalami inflasi 0,04 persen. Sedangkan subkelompok barang pecah belah dan peralatan makan minum tidak mengalami perubahan/ relatif stabil.

Kelima; kelompok transportasi. Pada Januari 2021 tercatat deflasi sebesar 1,56 persen atau terjadi penurunan indeks dari 107,92 pada Desember 2020 menjadi 106,24 pada Januari 2021. 

“Kelompok ini merupakan penyumbang terbesar deflasi di Sultra, adapun subkelompok yang mengalami deflasi yaitu subkelompok jasa angkutan penumpang 4,84 persen, kelompok ini pada Januari 2021 memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,23 persen yang disumbang oleh komoditas angkutan udara sebesar 0,29 persen,” ungkapnya.

Sementara itu, Agnes mengatakan kelompok yang mengalami kenaikan indeks yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,19 persen; kelompok kesehatan 0,12 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 0,01 persen; serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,002 persen. Sedangkan kelompok pendidikan dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran tidak mengalami perubahan/relatif stabil. (B)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Hasrul Tamri
n

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.