Inflasi di Kota Kendari Sebesar 0,15 Persen

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Transportasi, komunikasi dan jasa keuangan menjadi kelompok pengeluaran dengan andil tertinggi dalam pembentuan angka inflasi di bulan Mei 2016 di Kota Kendari. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara, angka inflasi di Kota kendari pada Mei 2016 sebesar 0,15 persen.

 

Diungkapkan Kepala BPS Sultra, Atqo Mardiyanto dalam rilisnya, Selasa (1/6/2016) di Kantor BPS Sultra, selain kelompok tersebut, kelompok pengeluaran lain yang turut berpengaruh pada pembentukan angka inflasi yakni, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau dengan andil sebesar 0,52 persen.

 

Selain itu, bahan makanan juga turut berpengaruh dengan andil sebesar 0,45 persen, untuk kelompok lain yang juga berpengaruh yakni sandang dengan andil sebesar 0,31 persen.

\”Sementara itu, untuk komoditas dominan yang mengalami perubahan harga positif dengan andil terbesar dalam pembentukan angka inflasi yakni, jeans dengan kenaikan sebesar 17, 64 persen, celana katun sebesar 16,93 persen, sagu 14,63 persen, baju muslim sebesar 13, 89 persen dan angkutan udara 13,32 persen,\” jelas Atqo Mardyanto.

 

Sementara itu, untuk komoditas dominan dengan perubahan harga negatif yang berpengaruh terhadap pembentukan angka inflasi yakni, sawi hijau dengan andil sebesar 29, 48, daun kacang panjang sebesar 14,51 persen, celana dalam wanita 9,98 persen, kentang sebesar 8,66 persen dan celana jeans sebesar 8,44 persen.

 

Untuk komoditas dominan penyumbang inflasi positif di Kota Kendari tertinggi di bulan mei 2016, yakni angkutan udara dengan andil sebesar 0,14 persen, ikan gembung sebesar 0,09 persen. Sedangkan untuk komoditas dominan penymbang inflasi negatif yakni, beras sebesar 0,27, sawi hijau sebesar 0,07 persen.

 

Dalam kesempatan tersebut, Atqo Mardyanto juga menjelaskan, menghadapi momen bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, kemungkinan akan ada kenaikan pada sejumlah komoditas, seperti pakaian dan kebutuhan pokok.

 

\”Menjelang lebaran komoditas pakaian kemungkinan mengalami kenaikan harga,\” terang Kepala BPS Sultra.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.