Iklan Clarion

Ini Gaya Liburan ala Milenial di Akhir Tahun, Murah dan Kekinian

SULTRAKINI.COM: Para milenial, traveling bukan lagi sebagai gaya hidup semata, melainkan juga kebutuhan. Apalagi dengan liburan, mereka bisa mendapatkan foto-foto kece yang pas untuk dipamerkan di akun media sosial mereka.

Berdasarkan data yang dihimpun huffingtonpost, para milenial bahkan bisa menghabiskan USD 1,4 triliun setiap tahunnya.

Kendati demikian, angka ini bukan serta-merta menunjukkan milenial berlibur dengan mewah. Namun para milenial ini mempunyai gaya traveling yang beda dari generasi sebelum mereka dan yang pasti lebih murah. Berikut gaya liburan yang mereka lakukan:

1. Berburu Pengalaman

Berdasarkan dari penelitian Topdeck Travel 86 persen para milenial memilih menghabiskan uangnya untuk merasakan pengalaman baru. Jika generasi baby boomers memilih hotel yang aman dan nyaman serta dekat dengan atraksi wisata, milenial justru cenderung keluar dari zona nyaman dan memilih tempat menginap yang dekat dengan orang-orang lokal sehingga dapat belajar hal baru. Keluar dari zona nyaman inilah yang membuat para milenial bisa mendapatkan harga yang istimewa.

2. Bleisure Travel

Bleisure kini makin marak di kalangan milennial. Bleisure adalah konsep traveling yang mengabungkan antara business dan leisure. Bleisure ini bisa mereka didapatkan dengan melakukan kerja dinas sembari berlibur. Biasanya para milenial yang sudah bekerja akan menambah waktu tinggal pada masa dinas mereka untuk berlibur.

3. Gunakan Open Trip

Meskipun solo travel masih digemari, biasanya para milenial akan mengambil open trip untuk bepergian ke salah satu destinasi wisata. Dengan demikian mereka tidak perlu repot lagi merencanakan liburan mereka. Open trip ini juga membuat mereka lebih bebas mengeksplorasi tempat wisata di dalam kelompok trip tanpa harus merasa was-was.

4. Hostel Jadi Pilihan Nomor Satu

Sebanyak 70 persen milenial memilih hotel sebagai tempat tinggal mereka selama liburan. Apalagi alasannya kalau bukan lebih murah, nyaman, serta memungkinkan traveler bertemu dengan teman satu perjalanan yang sepaham. Misalnya saja saat berlibur di Bali, para milenial memilih tinggal di hotel bintang dua hingga tiga untuk menekan bujet. 

5. Menggunakan Online Travel Agent

Para milenial juga kerap memilih cara traveling yang anti ribet dan murah, makanya mereka cenderung menggunakan online travel agent atau OTA. Mereka tidak perlu susah payah mencari hotel dan maskapai, cukup sekali klik maka semua pesanan hotel maupun maskapai beres.

Di akhir tahun ini, para milenial tentu sudah menyiapkan sejumlah rencana untuk menghabiskan liburannya. Bagi yang mengaku milenial yang tak mau ribet, bisa mengandalkan OTA, salah satunya adalah Traveloka. Di Traveloka, bisa mendapatkan harga terbaik untuk tiket pesawat dan akomodasi terpercaya tanpa perlu was-was. Apalagi, kini telah hadir fitur Check-in Online yang bisa digunakan melalui Traveloka App di ponsel.

Fitur ini makin memudahkan para milenial karena kamu tidak perlu lagi membuka website maskapai untuk check-in online, apalagi harus terburu-buru dan antre ke konter check-in, dan bisa check-in online di aplikasi Traveloka 24 jam sebelum jadwal keberangkatan, dengan catatan ticket-el sudah terbit. Selanjutnya, tinggal konfirmasi check-in details dan langsung menerima boarding pass.

Sumber: detik.com

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.