Inspirasi Membangun Kota Kendari 1

Sastra Alamsyah: Pemda Perlu Maksimalkan Partisipasi Pengusaha

yamaha

SULTRAKINI.COM – Kota Kendari kini menuju Kota Metropolitan. Sebagai ibukota provinsi, daerah ini menjadi sentral perkembangan wilayah Sulawesi Tenggara, dari berbagai sisi. Tak terkecuali pembangunan ekonomi masyarakat, terpusat disini.Dalam setiap periode kepemimpinan, masih saja ada \”pekerjaan rumah\” yang belum tertuntaskan. Bahkan persoalan masyarakat seperti tidak pernah selesai diuraikan, selalu saja ada yang terlewatkan. Banyak juga persoalan yang muncul belakangan.Untuk itu, perlu partisipasi berbagai pihak untuk membangun daerah ini menjadi lebih maju. Terutama memenuhi kebutuhan kesejahteraan masyarakat sebagai warga negara ini.Inspirasi membangun kota muncul salah satunya dari pelaku ekonomi yang juga pengusaha muda, Sastra Alamsyah ST. Direktur Utama PT. Alsyahni ini mengutarakan idenya untuk Kota Kendari.Menurutnya, pemerintah daerah perlu memaksimalkan peran serta para pebisnis dalam membangun Kota Kendari. Selama ini, Pemda masih lebih banyak menggadeng para kontraktor dalam pembangunan kota. Sementara masih banyak pelaku usaha lain yang jika digandeng, dapat membantu pembangunan kota ini.Misalnya melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR). Dengan mengorganisir dana CSR para pelaku usaha di Kota Kendari, selain menarik partisipasi pengusaha juga menambah dana pembangunan untuk kota ini.Setiap jenis usaha memiliki dana CSR yang besarannya bervariasi. Pemda, kata dia, perlu membuat regulasi agar dana ini tersalurkan dengan baik secara teratur. Contohnya, dana CSR perusahaan otomotif yang ada di Kota Kendari dikumpulkan untuk mendanai salah satu item pembangunan.\”Tergantung apa maunya pemerintah, para pelaku usaha itu mau asal ada regulasinya dan tidak memberatkan. Nanti Pemda yang mengatur,\” katanya.Sebagai kota jasa, Kendari harus lebih banyak berorientasi pada bisnis. Namun disini pemerintah harus tegas dan keras terhadap aturannya. Salah satunya soal perizinan, bila memang tidak layak jangan diberikan. Sebab dampaknya akan dirasakan di kemudian hari.Pemda juga mesti membuat nota kesepahaman dengan para pengusaha yang ada di Kota Kendari. Sehingga ada pola hubungan kerjasama yang lebih teratur antara Pemda, pengusaha dan masyarakat. Karena tak dapat dipungkiri, pengusaha berorientasi pada keuntungan.\”Pengusaha punya inisiatif tapi tidak terstruktur, semua mengalir begitu saja. Pemda harus mengatur regulasinya, harus ada grand desain untuk itu,\” jelas supervisor PT. Hadji Kalla Kendari ini.\”Belum ada sinkronisasi antara pihak pengusaha dan pemerintah. Sebenarnya pernah ada, tapi tidak dikelola secara maksimal,\” tambanya.Selain Pemda yang berperan aktif, organisasi seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) perlu menjembatani hal ini. Karena pengusaha juga ingin berpartisipasi membangun daerah.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.