Festival Pesona Budaya Tua Buton

Istri Bupati Konkep Rasakan Guncangan Gempa Lombok

SULTRAKINI.COM: Enam kepala dinas di lingkungan pemerintahan Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Sulawesi Tenggara, ikut merasakan getaran gempa bumi yang terjadi di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (5 Agustus 2018). Kebetulan pada waktu yang sama para Kadis itu sementara berada di Denpasar, Bali, karena getaran gempa berkekuatan 7 Skala Rickter (SR) pada kedalaman 15 KM tersebut terasa hingga di Bali.

“Mohon doanya semua keluarga di manapun berada. Kami saat ini sementara mengikuti Diklat PIM II di Bali sangat khawatir dengan kondisi gempa,” ujar Kadis Sosial, Rustam Arifin, ketika dihubungi SultraKini.com, sesaat setelah terjadinya gempa bumi.

Selain Arifin, ikut pula istri Bupati Konkep, Nurul Hidayati yang juga sebagai Kadis Pemberdayaan Perempuan. Sedangkan empat Kadis lainnya adalah Jamhur Umirlan (Kadis Kominfo), Muh Yani (Kadis PK), Danyal (Kadis Perumahan), dan Armin (Kadis Pemuda dan Olahraga).

Pasca gempa, keenam Kadis tersebut diinstruksikan oleh Kepala Badan Diklat Provinsi Bali agar mereka sementara menempati lantai satu tempat inapnya.

“Berjaga-jaga akan gempa susulan jangan sampai tiba-tiba datang lagi, makanya kami semua berjaga untuk malam ini,” jelas Kadis Kominfo, Jamhur Umirlan.

Di Kota Denpasar, gempa dirasakan kuat oleh masyarakat. Masyarakat berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri/evakuasi masing-masing. Plafon di Bandara Ngurah Rai ikut rusak.

“Betul ada beberapa kerusakan minor di plafon gedung terminal karena guncangan yang cukup kuat,” ujar Kepala Humas AP I Bandara Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (5/8/2018).

Selain di Denpasar, gempa di rasakan masyarakat Kabupaten Badung. Satu bangunan di sana dilaporkan rusak.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho beberapa data kerusakan itu masih bersifat sementara.

“Untuk korban jiwa masih pendataan,” ucap Sutopo, Minggu (5/8/2018).

Gempa bumi terjadi pada hari Minggu, tanggal 5 Agustus 2018, pukul 18:46:35 WIB. Berdasarkan informasi dari BMKG pusat gempa bumi utama berada pada koordinat 8,37° LS  dan 116,48° BT, dengan magnitudo 7,0 SR pada kedalaman 15 Km, berjarak 27 Km timur laut Lombok Utara.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mencabut peringatan tsunami, yang berpotensi terjadi di Lombok. Dugaan tsunami terjadi akibat gempa berkekuatan 7,0 Skala Richter (SR) melanda wilayah Lombok pada pukul 18.46 WIB.

Analis BMKG Mataram, Riko Kardoso, mengatakan, pihaknya telah resmi mencabut peringatan dini tsunami di Lombok pada pukul 20:25 WIB atau pukul 21:25 WITA.

Pencabutan tsunami dicabut setelah pihaknya melakukan pemantauan terhadap arus air.

“Tidak menunjukkan gerakan arus yang membahayakan. Semua sudah kembali normal,” ucap Riko.

Ia menjelaskan, kemungkinan gempa susulan masih akan terjadi, namun kekuatannya tidak akan melebihi gempa utama.

Laporan: Sulham Tepamba/Shen

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.