SUARA

'Jaksa Masuk Sekolah', Kejari Kolaka Sasar Murid SD

SULTRAKINI.COM : KOLAKA – Momentum Hari Bhakti Adhyaksa ke-56 tak dilewatkan begitu saja oleh Kejaksaan Negeri Kolaka. Hanya saja, rangkaian perayaan kali ini tampak sedikit berbeda dari tahun sebelumnya.

Salah satu sisi perbedaan itu, dilihat dari cara mengkampanyekan gerakan anti korupsi. Kali ini, korps yang dinahkodai Jefferdian memilih murid Sekolah Dasar (SD) sebagai obyek kampanye anti korupsi.

“Bahaya laten korupsi yang dihadapi bangsa kita saat ini tidak bisa dituntaskan dengan hanya cara penegakkan hukum semata. Tapi, upaya preventif dan pengenalan harus digalakkan terhadap generasi bangsa sejak usia dini,” terang Kajari Kolaka Jefferdian, ditemui usai menghadiri kegiatan program Jaksa Masuk Sekolah di SDN 1 Totobo, Kecamatann Pomalaa, Rabu (20/07/2016).

Karena itu, kata Jefferdian, melalui momentum perayaan Hari Bhakti Adhyaksa ke 56 tahun, pihaknya melaksanakan program ‘Jaksa Masuk Sekolah’ menyasar murid SD.

“Selama ini program Jaksa Masuk Sekolah Kejari Kolaka telah dilaksanakan di tingkat sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Dan kali ini obyeknya murid SD. Tujuaan agar nilai – nilai kejujuran tertanam sejak dini. Apalah artinya generasi bangsa yang cerdas tapi prilakunya tidak jujur. Karena sikap korup itu merupakan cermin ketidakjujuran,” kata Jefferdian.

yamaha

Jefferdian mengutarakan bahwa salah satu prilaku jujur yang sejak dini ditanamkan bagi murid SD yakni bagaimana mengajarkan sikap sportifitas.

“Misalnya, jangan mengaku pensil atau pulpen miliknya tapi itu sebenarnya milik temannya. Begitu juga kalau disuruh belanja di kios, jangan uang kembalian atau sisa lebih diambil tanpa meminta izin. Hal-hal seperti ini terlihat kecil tapi berdampak terhadap perkembangan prilaku anak. Jadi sikap jujur itu wajib ditanamkan sejak dini,” tuturnya lagi.

Sebagai rangkaian program Jaksa Masuk Sekolah, Jefferdian memberikan bantuan modal usaha pembuatan Kantin Kejujuran di dua SD, yakni SDN 3 Sabilambo dan SDN 1 Totobo, masing-masing sebesar Rp 5 juta.

“Bantuan tersebut hanya instrumen saja. Yang terpenting bagaimana anak – anak kita diarahkan umtuk berprilaku jujur,” tandas Jefferdian.

Program Jaksa Masuk Sekolah yang dilaksanakan di dua SD tersebut, menggandeng pihak PT Antam Tbk. Pada kesempatan itu, PT Antam turut menyerahkan bantuan Laptop dan kursi dewan guru.

Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.