Janji Kampanye Bupati Wakatobi Ditagih, Ini Penjelasan Pemda

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Barisan Orator Masyarakat Kepulauan Buton (BOM Kepton) menggelar unjuk rasa menuntut janji kampanye Bupati dan Wakil Bupati Wakatobi, Arhawi-Ilmiati Daud pada Pilkada 2015.

“Katanya akan menyalakan listrik 24 jam di Pulau Kaledupa, Tomia dan Binongko. Bupati Wakatobi juga perna mengatakan akan turun berkantor selama 3 bulan bergiliran di masing masing kecamatan se-Wakatobi,” kata Rozig, Senin (28/10/2019).

Roziq pun menagih, janji bupati tentang akan ada penempatan dokter spesialis di masing-masing kecamatan di Wakatobi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas PU Wakatobi Kamaruddin menjelaskan, Bupati Wakatobi telah mengambil langkah-langkah untuk menyalakan listrik 24 jam di Kaledupa, Tomia dan Binongkoh, bahkan saat ini di pulau Tomia listrik menyala selama 24 jam.

“Bupati sudah mengambil langkah agar listrik bisa segera menyala 24 jam di Wakatobi. Tahun 2017 lalu bupati telah menandatangani MoU dengan PLN wilyah Makassar, sehingga pemda mengganggar di APBD untuk membeli mesin listrik, namun tiba-tiba dari PLN menyurat untuk pembelian mesin di Kaledupa dan Tomia mereka yang beli, sehingga pemda hanya membeli dua mesin untuk Binongko. Dan satu masinnya sudah di gunakan,” ungakpnya.

Alasan Kaledupa dan Binongko belum menyala, katanya, karena masih dalam proses pembangunan jaringan listrik, dan infrastruktur penunjang listrik seperti tangki minyak yang saat ini sedang berjalan.

“Di Binongko semestinya sudah bisa 24 jam, tapi persoalannya tangki minyak. Karena tangki minyak saat ini hanya bisa menampung, persediaan minyak untuk menyala 12 jam. Sehingga jika dipaksakan menyala 24 jam, maka hanya menyala sampai setengah bulan saja, jadi sedang dalam proses pembangunan tangki dan jaringan listrik lainnya. Kaledupa lagi sedang dalam proses pembangunan jarngan listrik,” ucapnya.

Walaupun listrik merupakan tanggungjawab PLN, namun pemda terus berupaya agar listrik 24 jam di seluruh Wakatobi. Salah satunya dengan menggangarkan lebh dari Rp 3 miliar pada 2019, untuk perbaikan jaringan dan infrastruktur penunjang listrik.

Kasi Promkes dan pemberdayaan masyarakat Dinas Kesehatan, Nurhasli menjelaskan, penempatan dokter spesialis di setiap puskesmas atau kecamatan, tidak dapat dilaksanakan karena terbelenggu, dimana dalam UU Rumah Sakit Nomor 44 tahun 2009, dan Permenkes nomor 75 tahun 2016, dijelaskan penempatan dokter spesialis hanya bisa dilakukan di rumah sakit.

Walaupun demikian, pemda tetap mengupayakan pelayanan dokter spesialis di setiap pulau yang ada di Wakatobi, dengan cara pelayanan dokter spesialis mobile di setiap pulau. Bahkan melalui program Nusantara sehat, Pemda Wakatobi mendapatkan 100 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter umum, bidan, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya. Mereka di tempatkan di seluruh puskesmas yang ada di Wakatobi.

“Melalui program kesehatan bersinar Pemda Wakatobi telah menanggung 40 warga Wakatobi di BPJS,” paparnya

Bupati Wakatobi, H. Arhawi juga nampak berkantor disetiap pulau dalam beberapa hari di setiap pulau, saat pelaksanaan festival di pulau-pulau. Beberapa kebijakan penting juga sering diambil di Wakatobi 2, seperti rapat paripurna penetapan APBD dan kebijakan lainnya.

Laporan: Amran Mustar Ode
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.