Jarang Terlihat, Bupati Konawe Ternyata Ngantor di Kandang Sapi

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Intensitas kehadiran Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa di kantor dinasnya terbilang sangat minim. Bisa melihatnya di ruang kerja adalah momen langka. Sejumlah pihak pun banyak bertanya, kemana orang nomor satu Konawe itu berkantor.

 

Kabar tak sedap pun kerap bermunculan seputar keberadaan sang bupati. Ada yang bilang jika mantan ketua DPRD Konawe itu kerap berkantor di rumah mertuanya di Kecamatan Pondidaha. Atau, mereka yang ingin berurusan dengan bupati boleh bertemu langsung di kediaman pribadinya di Kendari. Belakangan, Ketua DPD PAN Konawe itu disebut-sebut suka berkantor di ranch atau kandang sapi miliknya yang terletak di Kecamatan Amonggedo, Konawe.

 

Kondisi inilah yang kemudian membuat masa dari Forum Masyarakat Sipil (Formasi) Konawe angkat bicara. Senin (2/5), massa Formasi menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Konawe. Dalam tuntutannya, mereka menilai kinerja bupati yang begitu buruk.

 

Sejauh pengamatan Formasi, tingkat kehadiran Bupati Konawe dikantor kabupaten, sejak 2013 hingga saat ini tidak mencapai 10 persen. Akibatnya, pelayanan publik menjadi terganggu. Sebab, tidak sedikit dari masyarakat atau pegawai yang ingin berurusan dengan bupati harus menunggu lama. Itu pun setelah mereka keliling dari satu tempat ke tempat lainnya hanya untuk mencari dimana bupati berada.

 

\”Gara-gara bupati tidak pernah hadir berkantor, para pegawai SKPD pun kerap jadi korban. Apalagi ketika ada urusan keuangan dan adminitrasi kepegawaian yang pengurusannya tidak bisa diwakilkan oleh pejabat lainnya,\” tegas Ketua Dewan Presidium Formasi, Muh. Hajar.

 

Formasi juga menilai, bupati sangat jarang menghadiri rapat paripurna di DPRD. Akibatnya, banyak kualitas produk peraturan daerah (Perda) yang kemudian menjadi bahan perdebatan baik di kalangan internal pemerintahan maupun masyarakat.

 

Oleh karenanya, Formasi mengusulkan agar memindahkan pusat pemerintahan Kabupaten Konawe, dari Unaaha ke ranch sapi milik bupati. Begitupun dengan rujab Bupati Konawe, agar dipindahkan ke rumah pribadi atau mertuanya. Sebab, menurut Formasi bupati justru sangat jarang terlihat di rujabnya yang berada di Unaaha.

 

\”Usulan ini bukan sekadar pernyataan. Kami justru kami bahkan telah membuat surat khusus yang ditujukan ke Kemendagri. Secepatnya akan kami kirim,\” tegasnya.

 

Saat menggelar aksi di gedung dewan, massa formasi diterima oleh Wakil Ketua DPRD Konawe, H. Alauddin. Politisi dari PBB itu kemudian menerima surat pernyataan massa aksi dan berjanji akan menindak llanjuti.

 

\”Kami akan tindaklanjuti. Namun, keputusan tindaklanjutnya akan diputuskan diputuskan bersama antar pimpinan dewan,\” terangnya.

 

Terkait laporan massa aksi atas kemalasan Bupati Konawe dalam berkantor, pihaknya tidak bisa memberikan teguran. Melainkan akan diberikan rekomendasi.

 

\”Kami akan berikan rekomendasi. Namun harus melalui keputusan bersama tadi,\” tandasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.