SULTRAKINI.COM: Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) menyatakan, ketersediaan bahan pangan pokok dalam kondisi aman. Risiko kenaikan harga karena kelangkaan barang di akhir tahun pun dinilai bisa ditekan.
Jelang Akhir Tahun, Bulog Pastikan Stok Pangan Aman
Bulog memastikan ketersediaan bahan pangan pokok jelang akhir tahun dalam kondisi aman, risiko kenaikan harga pun dinilai dapat ditekan. (Foto: ANTARA )

"Stok (pangan) untuk persiapan (akhir tahun) Insya Allah aman," ujar Kepala Bulog Djarot Kusumajakti di Jakarta, Senin (27/11/2017).

Djarot merinci, untuk beras, saat ini pihaknya masih menyimpan stok 1,2 juta ton baik untuk beras sejahtera (rastra), cadangan pangan, maupun komersial. Pihaknya juga masih menampung serapan dari petani. Melihat itu, Djarot yakin kebutuhan beras masih memadai hingga akhir tahun.

Kemudian, Bulog juga masih menyimpan stok gula sebanyak 400 ribu ton atau lebih tinggi dari rata-rata konsumsi gula per bulan yang hanya sekitar 240 ribu ton.

"Artinya, untuk gula, persediaannya masih sangat cukup. Kalau ada kenaikan konsumsi untuk Natal dan Tahun Baru yang minuman manisnya banyak, itu persediannya masih cukup," jelasnya.

Selanjutnya, stok minyak goreng Bulog menurut catatan Djarot juga masih mencapai 2,2 juta liter yang juga dinilai masih sangat cukup.

Terakhir, Bulog juga masih memiliki stok daging sebanyak 16 ribu ton atau di atas kebutuhan nasional yang berkisar 8 ribu hingga 9 ribu ton per bulan. Sekitar 90 persen diantaranya merupakan daging kerbau. Sementara, sisanya daging sapi.

"Untuk sapi, saya kira sudah cukup tersedia di lapangan," ujarnya.

Djarot mengungkapkan, serapan daging kerbau di pasar cukup baik. Hal ini menurut dia, terbukti dari impor yang hanya tersisa belasan ribu ton dari total 80 ribu ton di awal tahun ini. 

"Insya Allah tidak ada komplain mengenai kehalalan, kebersihan, maupun rasa dari daging kerbau," jelasnya. 


Sumber: cnnindonesia.com

IKLAN KPU IKLAN LION

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations