Jelang Ramadhan, Komisi II DPRD Kolaka Pantau Harga Sembako

SULTRAKINI.COM : KENDARI – Anggota Komisi II DPRD Kolaka mengunjungi Pasar Raya Mekongga, Selasa (24/05/2016), untuk memantau stabilitas harga Sembilan bahan pokok (Sembako) jelang bulan suci ramadhan 1437 H.

 

Dalam kunjungan yang dimotori Sekertaris Komisi II, Amiruddin Massang menemukan, umumnya beberapa jenis bahan Sembako mengalami kenaikan namun juga ada terjadi penurunan harga.

 

Sembako yang mengalami penurunan harga yakni beras jenis santana. Komoditas pangan ini pada dua pekan lalu harganya jualnya sebesar Rp9500 per liter, kini menjadi Rp9000 per liter. Para pedagang menuturkan, penurunan harga jual ini karena suplay cukup tersedia, sebab bertepatan masa panen.

 

Penurunan harga juga terjadi pada Telur ayam ras. Pada bulan April 2016 lalu, harga jualnya mencapai Rp47.500 per rak, namun kini manjadi Rp42.000.

 

Salah seorang pedagang, Uni menuturkan, untuk harga telur ayam ras kini sebesar Rp42 ribu,setiap raknya atau Rp1400 perbutir, lebih rendah dari harga sebelumnya sebesar Rp45 ribu setiap raknya. Sedangkan untuk terlur bebek seharga Rp65 ribu setiap rak.

 

yamaha

Sementara itu, untuk bahan Sembako yang mengalami kenaikan yaitu jenis gula pasir biasa. Pada pekan lalu, gula pasir jenis ini dibandrol Rp11 ribu setiap kilogram nya, namun kini naik menjadi Rp14 ribu. Begitu pula untuk minyak goreng curah beberapa waktu lalu dijual Rp10 ribu setiap liter, naik menjadi Rp11 ribu liter.

 

Jenis bahan pangan lain yang juga harganya merangkak naik yaitu Cabe rawit. Pekan lalu dijual Rp10 ribu, harganya kini meroket menjadi Rp15 ribu Kenaikan paling signifikan terjadi pada Ayam potong. Pekan lalu dijual Rp15 ribu setiap kilogramnya, kini menajadi Rp23 ribu atau rata-rata mengalami kenaikan Rp1000 setiap ekornya. Begitu pula dengan Bawang merah. Pangan yang mayoritas dipasok dari Kabupaten Enrekang ini juga mengalami kenaikan dari Rp40 ribu di pekan lalu, menjadi Rp45 ribu untuk saat ini.

 

Amiruddin Massang berharap kepada Pemda Kolaka melalui Disperindakop untuk melakukan operasi pasar murah pada jenis pangan yang cenderung mengalami kenaikan harga jelang bulan ramadhan. \”Termasuk memastikan rantai distribusi pangan jelang Ramadhan tetap lancar,\” harap Amiruddin usai melakukan pantauan.

 

Dalam kunjungan ini, Komisi II juga menemukan fasilitas bangunan yang disediakan untuk menjajakan sayur mayur yang tak digunakan secara baik.

 

Menurur Amiruddin, bangunan itu sebaiknya ditata ulang karena posisinya kurang baik untuk dijadikan tempat jual sayur mayur karena tampak disekat sehingga terlihat tertutup.

 

\”Posisinya harus didesain ulang biar suasananya lebih terbuka. Kalau begini para pedagang sayur tidak mau jualan disini karena tampak tertutup,\” tutur politisi PAN ini.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.