SULTRAKINI.COM: BATAM - Tiga kepala sekolah dari sekolah yang bernaung di Yayasan Mitra Karya Persada Kabupaten Muna diutus studi banding ke Kota Batam, Kepulauan Riau.

Jembatani Kompetensi Siswa, Kepala Sekolah Diutus ke Kota Industri
Kepala SMK Yayasan Mitra Karya Persada dalam kunjungannya ke Industri Perkapalan. (Foto: Novrizal R Topa/SULTRAKINI.COM)

Ketiga sekolah tersebut, diantaranya SMK Pelayaran, SMK Kesehatan, dan SMK Permata Bangsa.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Mitra Karya Persada, Alber mengatakan studi banding di kota industri ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kompetensi siswa tamatan SMK yang dinaungi yayasan tersebut, melalui pembinaan para kepala sekolah di sejumlah lokasi industri.

"Kunjungan dilakukan pada salah satu industri perkapalan untuk kompetensi SMK pelayaran dan di Iindustri komputer untuk SMK Permata Bangsa," kata Alber, Kamis (2/11/2017).

Sejak didirikan 2011 untuk SMK Pelayaran, 2013 SMK Permata Bangsa, dan 2008 SMK Kesehatan, ketiganya telah mencetak sekitar 400 alumni. Dari segi fasilitas, SMK Pelayaran memiliki Maritim training center,  asrama taruna taruni, ruang belajar kondusif, sarana olahraga, ibadah, perpustakaan, laboratorium navigasi, dan kapal latih. Terdapat lima bidang keahlian di sekolah ini pada program kemaritiman dan teknik perkapalan dengan sistem ketarunaan.

"Mereka yang tamat, sudah ada yang kuliah, bahkan ada juga yang bekerja. "Sejauh ini melalui Dinas Pendidikan, Pemerintah Kabupaten Muna sangat mengapresiasi atas apa yang telah dilakukan Yayasan Mitra Karya Persada," ucap Alber.," ujar Alber.

Menurut dia, wilayah Kabupaten Muna memiliki trafik pelayaran, sebab secara geografis berada di antara selat Buton. Untuk itu, kekayaan alam tersebut diperlukan peningkatan dari segi sumber daya manusianya.

"Anak-anak pesisir yang lahir, besar dan terbiasa dengan lingkungan laut, sudah punya tempat jika berkeinginan jadi pelaut," tambah Alber.


Laporan: Novrizal R Topa

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations