Jufriadin, Korban Bom UHO, Tinggalkan Isteri yang Hamil Enam Bulan

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Suasana duka tampak begitu kental di rumah keluarga almarhum Jufriadin, korban Bom Universitas Halo Oleo (UHO) Kendari. Isteri korban yang tengah hamil enam bulan tampak begitu terpukul akan kepergian suaminya.Jasad almarhum tiba di rumah duka di Kelurahan Ranoea Kecamatan Wawotobi Kabupaten Konawe, pada Selasa malam (29/3/2016) sekitar pukul 22.00 Wita. Siang tadi (30/3/2016), sekitar pukul 12.30 Wita, almarhum dikebumikan di halaman belakang rumah orang tuanya.Prosesi pelepasan jenazah turut dihadiri petinggi Polda, Direktur Bimas, Kombes Drs. Erfan Prasetyo. Turut pula hadir, Kapolres Konawe AKBP Jemi Junaidi dan perwakilan pihak kampus UHO. Pada kesempatan itu, Erfan sambutan di hadapan keluarga almarhum dan para pelayat. Ia menjelaskan bagaimana kronologis kejadian tragedi Bom di UHO.\”Pelatihan-pelatihan seperti pengenalan bahan peledak kerap kami (Polisi) lakukan. Hanya saja yang terjadi kemarin merupakan sebuah insiden yang tidak kita harapkan. Makanya atas nama Kapolda, mewakili keluarga besar Polda Sultra mengucapkan turut berbelasungkawa atas insiden ini,\” ujarnya.Sementara itu, kakak Korban, Samran bercerita, Jufriadin (31) merupakan anak kedelapan dari dua belas bersaudara. Almarhum bertugas sebagai security di UHO sejak tahun 2010 lalu. Sejak bertugas, ia memilih untuk tinggal di kos-kosan di Kendari. Ia sesekali pulang ke Konawe untuk menjenguk isterinya. Biasa juga, Nur Hasni (isteri korban) yang turun ke Kendari bertemu almarhum.\”Yang kami sayangkan, isteri almarhum saat ini tengah hamil enam bulan,\” jelasnya.Saat prosesi pelepasan akan berlangsung, keluarga korban Bom UHO histeris. Tak terkecuali isteri almarhum, yang tidak menyangka akan ditinggal suaminya secepat itu. Mengingat mereka baru beberapa bulan menikah.(B)Editor: Gugus Suyaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.