Juli 2019, Kendari Deflasi 0,24

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kota Kendari pada Juli 2019, tercatat deflasi sebesar 0,24 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 135,03.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sultra, Surianti Toar mengatakan deflasi yang terjadi di Kota Kendari disebabkan oleh turunnya indeks harga pada kelompok bahan makanan sebesar 1,51 persen; kelompok kesehatan 0,19 persen; kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,13 persen.

Sedangkan kelompok yang mengalami kenaikan indeks antara lain kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga 2,18 persen; kelompok sandang 0,74 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,15 persen; serta kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,02 persen.

“Komoditas yang mengalami penurunan harga pada Juli 2019 antara lain tembang, kangkung, daun paku/pakis, rambe, cumi-cumi, kembung/gembung/banyar/gembolo/aso-aso, teri, bayam, bawal, dan tomat buah,” ujar Surianti, Kamis (1/8/2019).

Lanjut Surianti, untuk komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain sekolah dasar, cabai rawit, cabai merah, terong panjang, daun singkong, daging ayam kampung, labu parang/manis/merah, sekolah menengah atas, ketimun, dan jantung pisang.

Sementara kelompok komoditas yang memberikan sumbangan deflasi pada Juli 2019 yaitu kelompok bahan makanan 0,42 persen; kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,03 persen; dan kelompok kesehatan 0,01 persen.

“Kelompok komoditas yang memberikan andil inflasi yakni kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,15 persen; kelompok sandang 0,05 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,02 persen serta kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,01 persen,” terangnya.

Secara nasional dari 82 kota yang menghitung inflasi, 27 kota tercatat deflasi dan 55 kota tercatat inflasi. Deflasi terdalam tercatat di Tual (Provinsi Maluku) 1,55 persen dengan IHK 158,34 dan deflasi terendah tercatat di Gorontalo (Provinsi Gorontalo) 0,02 persen dengan IHK 132,42.

Laporan: Wa Rifin
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.