SUARA

Jumlah Debitur Terdampak Covid-19 di Sultra Terus Bertambah

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Laporan dari perbankan dan perusahaan pembiayaan di Sultra diterima Otoritas Jasa Keuangan Sultra per Juni 2020, jumlah debitur terdampak Covid-19, yakni 90.808 debitur dengan outstanding kredit sebesar Rp 5,07 triliun mengajukan kredit.

Data OJK Sultra, jumlah pelaku usaha jasa keuangan per Juni 2020, yakni 134 entitas pusat/cabang/perwakilan, terdiri dari 43 entitas dari sektor perbankan, 14 entitas dari sektor pasar modal, dan 77 entitas dari sektor industri keuangan non-bank. Sementara laporan yang diterima dari perbankan dan perusahan pembiayaan di Sultra, terdapat 90.808 debitur dengan outstanding kredit sebesar Rp 5,07 triliun terdampak Covid-19.

“Sebanyak 50.088 debitur mengajukan restrukturisasi (restruk) kredit/pembiayaan dengan nominal Rp 2,90 triliun,” ujar Kepala OJK Sultra, Mohammad Fredly Nasution, Rabu (24/6/2020).

(Baca juga: Mei 2020, Debitur Terdampak Covid-19 di Sultra 64.801)

(Baca juga: Kini, Debitur Terdampak Covid-19 di Sultra Mencapai 41.996)

(Baca juga: Debitur Terdampak Covid-19 di Sultra 728 Orang: Kredit Belum Dibayar Rp 289,23 Miliar)

yamaha

Dari jumlah tersebut, debitur yang dilakukan/disetujui restrukturisasi kredit sebanyak 40.720 debitur dengan outstanding sebesar Rp 2,17 triliun.

Fredly menyampaikan, per 23 Juni 2020 jumlah pengaduan konsumen sektor jasa keuangan di Sultra-baik yang datang langsung maupun via telepon, yaitu 325 pengaduan.

Rianciannya, 83 pengaduan terkait perbankan dan 242 pengaduan perusahaan pembiayaan dan lembaga jasa keuangan khusus termasuk pengaduan terkait fintech lending atau pinjaman online sebanyak tiga konsumen yang berkonsultasi secara lisan.

Data pengaduan konsumen terdampak Covid-19 melalui surat sebanyak 62 pengaduan (20 pengaduan terkait perbankan dan 42 pengaduan terkait perusahaan pembiayaan).

Di satu sisi, kegiatan edukasi dilakukan OJK Sultra secara digital digelar 13 kali, terdiri dari sebelas kali kegiatan Dilan Class Rutin mingguan yang melibatkan PUJK serta dua kali kegiatan digital massive class (DMC) bagi tujuh perguruan tinggi negeri dan swasta yang melibatkan petinggi OJK Pusat dengan total jumlah peserta 1.050 orang.

“Kegiatan edukasi ini akan melibatkan narasumber di luar PUJK, untuk memberikan soft skills, digital skills, informasi terkini, hingga pengalaman pengelolaan keuangan, seperti pejabat Google dan rencana akan mengundang staf khusus presiden sebagai pembicara pada kegiatan Dilan Class selanjutnya,” tambahnya. (C)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.