Kades Wakoila Dituding Korupsi, DPMD Mubar Sarankan Sertakan Bukti

SULTRAKINI.COM: MUNA BARAT – Oknum warga Desa Wakoila, Kecamatan Sawerigadi, nekad memasang spanduk berujar kebencian yang diarahkan kepada kepala desa mereka, Abdul Hafid, di pertigaan jalan menuju Kantor Bupati Muna Barat. Keberadaan spanduk mengundang reaksi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Mubar, Laode Tibolo.

Kepala DPMD mengaku geram dengan perbuatan warga Desa Wakoila, karena dapat mengganggu stabilitas serta ketertiban masyarakat setempat sehingga harus diturunkan. “Hal seperti ini tidak boleh dilakukan karena mengganggu,” ujar Laode Tibolo, Selasa (28/9/2018).

Informasi dihimpun SultraKini.Com, spanduk telah terpasang sejak 14 September lalu. Warga Desa Wakoila rupanya menganggap sang kepala desa telah melakukan tindak pidana korupsi Dana Desa (DD) 2018 dan melanggar hasil musyawarah yang disepakati oleh masyarakat bersama pemerintah desa.

“Kami masyarakat Desa Wakoila mogokan segala program pemerintah desa dipimpin oleh Abd. Hafid karena kami duga kuat korupsi”. Seperti itulah tulisan merah tertera dalam spanduk.

Menurut Kepala DPMD Mubar, reaksi warga tersebut harus beralasan dan memiliki bukti kuat dihadapan hukum.

“Jangan kan kades, camat, atau bupati sekalipun ketika dia salah dalam menjalankan kebijakan pasti berurusan dengan hukum. Kalau ada dugaan korupsi, pelapor harus melengkapi dulu bukti-bukti atas tuduhan itu,” tambah Laode Tibolo.

Spanduk tudingan korupsi yang dipasang oknum warga Desa Wakoila untuk kades mereka, Abd. Hafid. (Foto: Akhir Sanjaya/SULTRAKINI.COM)
Spanduk tudingan korupsi yang dipasang oknum warga Desa Wakoila untuk kades mereka, Abd. Hafid. (Foto: Akhir Sanjaya/SULTRAKINI.COM)

Meski demikian, Kades Wakoila, Abdul Hafid tetap ngotot tidak berbuat seperti dituduhkan warganya. Bahkan dirinya siap diproses hukum jika terbukti bersalah. Dia juga mengaku, mendapat ancaman dari warganya terkait hal itu.

“Ancamanya itu mereka mau bakar saya punya rumah, mau dilempar apa lah,” ujar Hafid.

Persoalan tersebut juga telah dilaporkan ke pihak Kepolisian Sektor Sawerigadi tentang pengancaman dan pencemaran nama baik oleh beberapa oknum masyarakat Desa Wakoila.

“Kalau saya diduga telah melakukan korupsi, silakan mereka laporkan di pihak kepolisian,” tambahnya.

Selama dua periode memimpin, dia mengaku selalu adil dan tidak ada pengelompokkan. “Jika saya mencuri uang desa, Laporan Hasil Pemeriksaan 2015 sampai 2017 pasti bermasalah. Namun LHP untuk tahun ini sudah keluar lagi berarti tidak ada masalah,” lanjutnya.

Laporan: Akhir Sanjaya
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.