Kado Akhir untuk Hugua, Menhub Resmikan Terminal Bandara

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Bupati Wakatobi, Ir Hugua, menganggap peresmian terminal Bandar Udara (Bandara) Matahora Wakatobi, Minggu (28/5/2016) oleh Menteri Perhubungan RI Ignasius Jonan, sebagai kado terindah di akhir masa jabatannya.

 

\”Mengakhiri 10 tahun akhir masa jabatan saya ini, Saya mendapatkan kado terindah, yaitu diresmikannya terminal Bandara Matahora Wakatobi dan sebelumnya juga pada akhir tahun 2015, Wakatobi telah ditetapkan sebagai 10 top destinasi pariwisata oleh Presiden Joko Widodo,\” ujar Bupati Wakatobi, Ir Hugua saat membawakan sambutan.

 

Hugua menceritakan pembangunan Bandara Matahora Wakatobi yang memiliki sejarah unik baginya. Pasalnya, setelah dilantik sebagai Bupati Wakatobi oleh Gubernur Sultra waktu itu, ia langsung turun ke lapangan mencari lahan untuk Bandara.

 

\”Pas selesai saya dilantik oleh pak Gubernur Sultra, waktu itu Ali mazi, saya bersama teman langsung jalan cari lokasi untuk Bandara. Pas kami ke lokasi, kami bertiga cari batu dan langsung letakan batu pertama dan kami bertiga pun langsung tepuk tangan seperti banyak orang yang menyaksikannya,\” tutur Hugua.

 

Setelah itu, ia lantas ke Kementerian Perhubungan untuk mengkonsultasikan pembuatan Bandara. Usai melalui beberapa proses, akhirnya Pemda dapat membangun Bandara dengan APBD sendiri.

 

Lucunya, kata Hugua, saat berkonsultasi untuk meresmikan Bandara ini, ia ditanya oleh orang Kementerian mengenai Kepala Bandaranya. Ia pun kebingungan dan akhirnya menjawab tidak tahu, karena saat itu belum ada kepala Bandaranya.

 

\”Saat saya ditanya siapa kepala bandaranya, saya tawab tidak tahu, akhirnya saya langsung berkonsultasi dengan kepala Bandara Haluholeo agar dia mau menjadi kepala Bandara sementara Matahora Wakatobi asalkan pesawat bisa beroperasi. Tapi saya kembali dibilang, kalau begini belum bisa kita resmikan bandara. Tapi kita resmikan pendaratan pesawat Susi Air pertama di Wakatobi,\” kenang Hugua.

 

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan, seharusnya yang meresmikan bandara ini adalah Presiden Jokowi. Namun karena masih ada tugas penting lainnya, Presiden pun mengutus dirinya bersama Menteri Pariwisata.

 

Jonan juga menjelaskan alasan ia selalu mengutamakan fasilitas dan keamanan Bandara, bahwa maskapai penerbangan yang akan masuk di suatu daerah harus merasa nyaman dan aman.

 

Lanjutnya, saat ini fasilitas Bandara sudah mulai lengkap, baik pagar maupun alat dektektor. Jadi ia meminta kepada masyarakat Wakatobi, pihak keamanan dan Pemda setempat agar bersama-sama menjaga keamanan Bandara.

 

\”Jadi siapapun yang masuk Bandara harus diperiksa termasuk saya, yang tidak bisa diperiksa hanya Presiden dan Wakil Presiden. Lain daripada itu saya tidak mau tahu. Kita menginginkan Bandara Matahora Wakatobi ini akan jadi Bandara Internasional. Jadi keamanannya pun harus standar internasional,\” ujar Jonan.

 

Untuk menunjang target Presiden tahun 2019 angka kunjungan wisatawan di Indonesia harus mencapai 20 juta wisatawan mancanegara, maka pihaknya akan mengupayakan rute Jakarta-Denpasar-Wakatobi dan Jakarta-Wakatobi.

 

Peresmian yang bernuansa budaya ini tidak hanya dihadiri oleh Menteri Perhubungan, namun juga Menteri Pariwisata Arif Yahya, Ketua Komisi V DPR RI Ir. Fahri Djeni Francis, Sekda Provinsi Sultra, Wakil Bupati Wakatibi H. Arhawi, Sekda Wakatobi Dr Sudjiton, TNI, Polri, Kejaksaan dan seluruh kepala SKPD lingkup Pemda Wakatobi.

 

Sayangnya, dari 25 anggota DPRD Wakatobi, hanya satu orang yang hadir dalam acara \”skala nasional\” ini.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.