Kalian Harus Tahu, Orang Korea Hanya Kenal Bali

SULTRAKINI.COM: JAKARTA – Sejumlah pelaku industri pariwisata Korea Selatan (Korsel) menyampaikan kritik keras kepada Indonesia.\”Anda harus tahu orang Korea Selatan (Korsel) hanya kenal Bali. Orang Korsel tidak kenal Borobudur, dan destinasi wisata di Indonesia lainnya,\” ujar Vice Chairman of Mode Tour, Hong Ki Jung.Pernyataan itu disampaikan di hadapan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam pertemuan dengan pelaku industri pariwisata Korsel di Conrad Hotel, Seoul. Kim Jin Young dan Yoon Ju Young, vice chairman dan deputy manager Mode Tour, memperkuat kritik itu. Pernyataan sama juga dikemukakan presiden Hanatour Kim Jim Kook dan GM Hanatour Kim Chang Hum, kepada Menpar Arief Yahya.Modetour dan Hanatour adalah travel operator and agent terbesar di Korsel. Modetour mengelola 1,8 juta wisatawan Korsel ke luar negeri. Hanatour menguasai 20 persen pangsa pasar pariwisata negeri itu.Namun, mereka tidak sekadar mengkritik. Mereka memberi solusi. Menurut Kim Chang Hun, yang harus dilakukan Indonesia adalah mengadakan Familiarization Trip atau Famtrip.\”Ajak operator perjalanan Korsel, wartawan, dan media, jalan-jalan ke seluruh destinasi di Indonesia,\” kata Kim Chang Hun. \”Ajak kami ke Borobudur, Bintan, Batam, Labuan Bajo, dan lainnya,\” tambahnya.Kim Chang Hun menyebut Taiwan sebagai referensi. Taiwan, menurut salah satu figur menonjol di industri pariwisata Korsel itu, terus-menerus mengadakan Famtrip dan gencar promosi di Korsel.\”Saya juga berharap Wonderful Indonesia bisa joint promotion dengan kami,\” katanya.Kritik lainnya, masih menurut Kim Chang Hun, paket wisata ke Indonesia terlalu mahal. Akibatnya, orang Korsel lebih memilih ke Hawaii dibanding Bali, atau Thailand, Filipina, dan Kamboja.Hong Ki Jung mengatakan paket wisata ke Indonesia bisa lebih murah jika ada low cost carrier. Sejauh ini belum ada maskapai LCC dari Indonesia dan Korsel yang terbang dari Seoul ke Bali, dan destinasi lain di Indonesia.Yoon Ju Young punya kritik lain. Menurutnya, Indonesia punya tour guide yang pandai berbahasa Korea. Namun, pariwisata bukan sekadar bahasa, tapi juga pemahaman akan kebiasaan wisatawan.\”Banyak orang Korea mengeluh soal ketidak-tahuan orang Indonesia akan perilaku mereka. Saran saya, Indonesia punya kantor perwakilan pariwisata di Seoul, bukan di Busan,\” pesan Ju Young.Menpar Arief Yahya mendengar semua kritik itu, dan menerimanya dengan rendah hati. \”Oke, saya sudah catat semua, dan ada tiga hal yang harus ditindak-lanjuti,\” katanya.Pertama, soal paket wisata yang mahal. Kedua, joint marketing, dan terkahir marketing activities termasuk perlunya Famtrip.(Kemenpar RI)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.