Kampanye Perdana, Pasangan HALO Wakatobi Dapat Dukungan Sejumlah Tokoh

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI– Di hari pertama melakukan kampanye, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Wakatobi, H. Arhawi-Hardin La Omo mendapatkan dukungan dari sejumlah tokoh hingga aliansi kepemudaan, Kamis (1/10/2020).

Dalam kampanye perdana di Kelurahan Wandoka Utara, Kecamatan Wangi-wangi, sejumlah tokoh Wandoka Raya, serta Aliansi Anak Moane dan Womine (Lelaki dan Wanita) Wakatobi menyatakan diri memenangkan pasangan Halo Wakatobi ini.

Wowine Wakatobi, Cindy Amelia mengatakan, pihaknya menyatakan dukungan ke pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Wakatobi dengan jargon Halo Wakatobi ini, karena pasangan ini tetap berpolitik santun walaupun di dihujani fitnah dan cacian.

“Kami berterima kasih kepada bapak H. Arhawi karena telah menjadi suriteladan dalam menyikapi berbagai fitnah, cacian, dan hujatan yang semua tidak dibalas dengan hal yang sama. Ini yang membuat kami menyatakan dukungan kepada mereka,” kata Cindy.

Sementara itu, calon Bupati Wakatobi, H. Arhawi mengatakan, Pilkada tahun ini lebih kencang bila dibandingkan dengan Pilkada tahun-tahun sebelumnya, karena media sosial telah dijadikan wadah berkampanye yang kadang-kadang menyebarkan kebencian dan fitnah.

Ia mengaku, saat mendekati Pilkada ini ia selalu dicaci dan difitnah bahwa selama ia menjadi Bupati Wakatobi ia tidak berbuat apa-apa.

yamaha

“Masyarakat bisa lihat sendiri saat ini apa yang telah saya. Jalan raya di ibu kota ini semua di hotmix, padahal dulu jalan masih ada yang bergelombang,” paparnya.

Menurutnya, walupun secara efektif ia bekerja baru tiga tahun namun ia mengkalaim telah banyak berbuat untuk kemajuan Wakatobi.

Bahkan program Wakatobi bersinar yang menjadi janjinya saat Pilkada 2015, ia telah realisasikan.

“Untuk pendidikan bersinar pemda telah memberikan biasiswa kepada siswa SD, SMP, bahkan hingga perguruan tinggi. Kesehatan bersinar, Pemda sudah berikan BPJS kepada puluhan ribu masyarakat untuk berobat gratis, rumah sakit dan puskesmas telah dibangun dengan mewah,” urai Arhawi.

“UMKM bersinar, masyarakat meminjam modal usaha di bank tapi Pemda yang bayar bunganya, dan program Wakatobi relijius, Pemda telah menurunkan ratusan masyarakat yang berprestasi dibidang keagamaan,” terangnya menambahkan. (B)

Laporan: Amran Mustar Ode
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.