Kampaye Pride-PAAP untuk Kesejahteraan Nelayan Wakatobi

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Balai Taman Nasional (BTN) Wakatobi dan Rare, bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi meluncurkan kampanye Pride untuk Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) Karang Kapota Taman Nasional Wakatobi di Desa Mola, Jumat (19/2/2016).

Acara peluncuran kampanye Pride PAAP ini dimeriahkan dengan berbagai perlombaan di laut, salah satunya tarik tambang perahu di laut.

Diketahui, lebih dari 70 persen nelayan Desa Mola menangkap ikan di wilayah perairan Karang Kapota. Dari hasil pengumpulan data menggunakan metode PRA sejak 10 tahun terakhir, terjadi penurunan hasil tangkapan nelayan dan ikan yang ditangkap semakin kecil, serta lokasi penangkapan ikan yang semakin jauh.

“Untuk itu sudah saatnya nelayan Desa Mola harus mulai terlibat dalam pengelolaan perikanan di kawasan Taman Nasional Wakatobi,” terang Manager Kampanye Pride PAAP Karang Kapota Taman Nasional Wakatobi, Ayub Gerit Polli, saat peluncuran kampanye pride PAAP.

Berdasarkan hasil survey biofisik yang dilakukan oleh tim BTN Wakatobi pada September 2015 lalu, diperoleh data bahwa biomassa ikan sunu/kerapu di kawasan zona pariwisata Karang Kapota 35,76 Kg per hektar dengan presentasi tutupan karang keras 35,5 persen.

Sebagian besar nelayan yang menangkap ikan di perairan Karang Kapota berasal dari Desa Mola Bahari, Mola Utara, Mola Samaturu, Mola Selatan, dan Mola Nelayan Bakti.

Kampanya Pride-PAAP adalah upaya penyadartahuan yang dilakukan RARE, sebuah organisasi konservasi internasional, bersama Balai Taman Nasional Wakatobi. RARE memperkenalkan Kampanye Pride-PAAP untuk melindungi ekosistem dan menjaga keanekaragaman hayati.

yamaha

Kampanye Pride menginspirasi masyarakat untuk melindungi jenis dan habitat yang unik. Pada saat bersamaan, kampanye Pride-PAAP juga memberi insentif dan alternatif nyata untuk terjadinya perubahan perilaku yang lebih ramah lingkungan. Pendekatan kampanye ini telah direplikasi melalui lebih dari 205 kampanye di lebih dari 50 negara.

“Penggalangan dukungan nelayan untuk menjaga, mengatur, dan memanfaatkan sumber daya perikanan yang ada di wilayah pengelolaan akses area perikanan untuk menjamin ketersediaan ikan dan menjaga ekosistem terumbu karang untuk menyokong kehidupan nelayan secara berkelanjutan,” ujar Ayub.

“Kami sangat mengharapkan dengan adanya program PAAP kedepannya hasil tangkapan nelayan Mola semakin meningkat, ikan semakin banyak, dan lokasi menangkap ikan jadi lebih dekat lagi,” ujar Koordinator kelompok kerja nelayan Desa Mola, Hartono.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kepala BTN Wakatobi, La Ode Ahyar Thamrin Mufti mengatakan, upaya pengelolaan sumber daya alam laut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama nelayan yang hidup di dalam kawasan pesisir.

“Untuk itu kerangka kelembagaan tata kelola sumber daya laut dan koordinasi kebijakan di tingkat lokal, nasional, regional, dan global perlu diperkuat,” ujarnya.

Sekedar diketahui, Taman Nasional Wakatobi memiliki luas 1.390.000 Ha, yang merupakan salah satu kawasan Pelestarian Alam di Indonesia, ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 393/Kpts-VI/1996 dan ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 7651/Ktsp-II/2002.

Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.