Iklan Clarion

Kampung Petobo Ditelan Bumi Saat Gempa, Ini Penjelasan Ilmiahnya

SULTRAKINI.COM: Kampung Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah hilang ditelan bumi pada saat gempa bermagnitudo 7,4 mengguncang Sulteng, Jumat (28 September 2018) petang.

Komandan Rayon Militer Parigi Moutong, Kapten Cpl Mapeda menerangkan saat itu rumah tenggelam pada kedalaman antara 5 sampai 8 meter. “Tertelan tanah,” katanya kepada wartawan.

Namun demikian masih ada sejumlah warga yang selamat, dan saat ini mengungsi ke sejumlah wilayah yang datarannya lebih tinggi seperti, arah Parigi, Parimo hingga di atas gunung Poso.

Di antara warga Petobo yang selamat adalah Arman (45). Kini dia sudah mengungsi di tenda yang berdiri dekat rumah jabatan Gubernur Sulawesi Tengah, di pusat Kota Palu.

“Jalan lubang, putus semua, rumah-rumah penduduk sampai tidak kelihatan karena sudah tenggelam ditutup tanah. Hilang itu kampung,” jelas Arman seperti dikutip Jawa Pos.

Proses evakuasi di Petobo belum semasif di Palu. Sejauh ini belum ada penanganan. Diperkirakan banyak korban tertimbun di sana.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho memperkirakan jumlah korban di Petobo cukup banyak, namun pihaknya masih harus mengecek di lapangan.

Disebutkan, jumlah rumah di Petobo sebanyak 744 unit.

Tenggelamnya kampung Petobo secara ilmiah disebut dengan likuifaksi (soil liquefaction) yakni suatu fenomena perilaku tanah yang jenuh sehingga kehilangan kekuatan akibat gempa bumi. Tanah berubah seperti cairan atau air berat.

Menurut ahli Geologi Indonesia Rovicky Dwi Putrohari terjadinya likuifaksi disebabkan oleh adanya getaran gempa, bukan karena tsunami.

Dijelaskan, getaran gempa dapat memicu terjadinya fraksi (butiran) kasar yang terkumpul di bawah dan butiran halus serta air akan keluar.

Penjelasan itu seiring dengan kesaksian warga pada saat kejadian. Husnan melihat semburan air yang cukup tinggi disusul menurunnya permukaan tanah, sehingga semua benda yang ada di atasnya ikut tertarik. Hal itu terjadi beberapa detik setelah gempa.

Sementara itu, sejumlah bangunan termasuk sebuah masjid bergeser sejauh 50 meter dari lokasi semula.

Laporan: Nadra Azzulani Ayis (dari berbagai sumber)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.