Kantor Bahasa Sultra: Wajah Bahasa harus Tercermin di Lingkungan Sekolah

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Nasional menggelar Penghargaan Wajah Bahasa guna meningkatkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di ruang publik, khususnya di lingkup sekolah. Ajang inilah membawa SMPN 13 Kendari masuk 15 nomine tingkat SMPN se-Indonesia.

Upaya meningkatkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar melalui Penghargaan Wajah Bahasa, dikatakan Kepala Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara, Sandra Safitri Hanan harus tercermin kepada generasi masa depan, khususnya wilayah Sultra. Wajah bahasa harus tercermin di dunia pendidikan.

Menurut Sandra, peserta didik di tingkat SMP cukup matang untuk mengenal secara utuh penggunaan bahasa negara dengan baik dan benar di ruang publik. Misalnya, adanya sekolah terlibat di ajang penghargaan tersebut.

“Jadi pada pendidikan letaknya para calon masa depan bangsa, diharapkan wajah bahasa negara ini dapat tercermin melalui pendidikannya,” terang Sandra kepada Sultrakini.com, Selasa (18/6/2019).

Pihak kantor Bahasa Sultra sendiri melakukan pembekalan kepada sekolah-sekolah untuk membenahi wajah bahasa di lingkungannya. Termasuk kepada SMPN 13 Kendari.

Pihaknya berharap, SMPN 13 Kendari masuk dalam enam sekolah hasil penilaian tertinggi, sehingga hadiah dana pembinaannya dapat digunakan memperbaiki wajah bahasa di ruang publik atau di sekolahnya.

Tim pengkaji dan penilai saat melakukan verifikasi faktual wajah bahasa di SMPN 13 Kendari, Selasa (18/6/2019). (Foto: Maykhel Rizky/SULTRAKINI.COM)
Tim pengkaji dan penilai saat melakukan verifikasi faktual wajah bahasa di SMPN 13 Kendari di dampingi pihak Kantor Bahasa Sultra dan Dikmudora Kendari, Selasa (18/6/2019). (Foto: Maykhel Rizky/SULTRAKINI.COM)

Kantor Bahasa Sultra sebelumnya melakukan pembekalan kepada sekolah-sekolah untuk membenahi wajah bahasa dilingkungan sekolahnya masing-masing, “Sebelumnya kita lakukan penyuluhan, hanya saja yang merespon hal tersebut, yakni pihak SMPN 13 Kendari, selanjutnya bersaing dengan SMPN lainnya di Indonesia,” sambung Sandra.

yamaha

Tim Pengkaji dan Penilai dari Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Nasional, Mochamad Mahessa Lazuardy, menerangkan Penghargaan Wajah Bahasa merupakan agenda tahunan. Pada 2019, pihaknya melaksanakan secara nasional khusus SMP negeri.

“Ini agenda rutin, namun kemarin baru dilaksanakan di wilayah DKI Jakarta. Tahun ini secara nasional. Harapannya, tahun depan kita juga libatkan sekolah swasta,” jelas Mochamad Mahessa Lazuardy.

Persyaratan lomba langsung ditentukan dari pusat, yakni mengirimkan sepuluh foto, seperti nama ruangan, penunjuk arah seperti jalur evakuasi, dan nama papan sekolah.

Sedangkan penilaiannya melalui verifikasi faktual dari foto-foto yang dikirimkan dan tim pengkaji dari Kantor Pusat Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan mewawancarai pihak sekolahnya.

“Jadi dinilai seperti tulisan ruangan kaya toilet laki-laki dan perempuan karena biasanya di sekolah yang dipasang itu toilet pria dan wanita, sementara itu tidak benar,” ucapnya.

Penghargaan Wajah Bahasa tingkat provinsi sebelumnya diikuti 14 sekolah. Lima sekolah di antaranya menjadi pemenang dan SMPN 13 Kendari keluar sebagai peraih nilai tertinggi untuk mewakili Provinsi Sultra bersaing dengan 15 sekolah lainnya.

(Baca juga: SMPN 13 Kendari Masuk Nomine Penghargaan Wajah Bahasa se-Indonesia)

“Nantinya dari hasil penilaian verifikasi faktual ini, pemenangnya akan diundang pada acara puncak wajah bahasa pada bulan Oktober mendatang,” tambahnya. (Adv)

Laporan: Maykhel Rizky
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.