Iklan Clarion

Kapitalisme Ancaman Nyata Keluarga Muslim

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Menurut Salvicion dan Celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.

Berdasarkan Undang-Undang 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Bab I pasal 1 ayat 6 pengertian Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri; atau suami, istri dan anaknya; atau ayah dan anaknya (duda), atau ibu dan anaknya (janda).
Tak dapat dipungkiri bahwa kehidupan dalam naungan kapitalisme telah melahirkan kesekuleran, dan menjadi akut. Paham yang mendominasi kehidupan kaum muslimin saat ini telah membawa petaka di seluruh aspek kehidupan, termasuk keluarga. Sajian indahnya keluarga sejati, sebagaimana yang dijanjikan Allah SWT kini perlahan mulai memudar tergerus arus kejahatan kapitalisme. Suatu Ideologi yang memisahkan agama dari kehidupan ini telah berhasil mengantarkan keluarga di ambang kehancuran.
Kapitalisme Biang Masalah

Kapitalisme sebagai ideologi bangsa telah menimbulkan permasalahan, yakni kemiskinan. Kemiskinan merupakan satu dari sekian masalah yang ditimbulkan oleh kapitalisme. Polemik kemiskinan telah menjadi momok yang menakutkan. Menjadi pertanyaan besar, mengapa harus ada kemiskinan dinegeri yang kaya ini ? Tentu saja karena teori ekonomi kapitalisme dibangun berlandaskan asumsi yang keliru. Asumsi yang selalu ditanamkan di dalam teori ekonomi kapitalisme adalah bahwa kebutuhan manusia tidak terbatas, sementara sarana pemuas kebutuhan manusia (barang dan jasa) terbatas. Sehingga untuk mencukupi kebutuhan yang tidak terbatas tersebut, diperlukan persaingan. Teori harga yang mengatur persaingan tersebut secara alami, orang-orang yang bisa menjangkau harga (barang dan jasa) itulah yang bisa bertahan hidup.

Ekonomi dalam kapitalisme bertumpu pada aspek produksi dan tidak menjamin adanya distribusi secara merata. Kegagalan ekonomi kapitalisme terlihat dari masalah segi kepemilikan, antara lain milik pribadi, milik umum dan milik negara. Para kapitalis atau pemilik modal bebas untuk menguasai segala sesuatu bahkan apa yang seharusnya menjadi milik umum atau negara itu sendiri. Semakin menambah peluang terjadinya ketidakmerataan dalam distribusi kepemilikan. Inilah yang menjadi penyebab terjadinya kemiskinan dalam negara yang mengadopsi kapitalisme seperti Indonesia.

Persaingan antara individu masyarakat dalam meraih kehidupan yang layak, telah mendorong setiap individu masyarakat untuk berusaha keras dengan segenap tenaga tanpa mempertimbangkan lagi persoalan halal haram sebagai patokan perbuatan termasuk hukum Allah SWT. Keluarga menjadi sasaran empuk dari imbas kapitalisme. Sulitnya kehidupan menyebabkan lalainya tugas dan fungsi keluarga secara utuh. Bukan hal biasa jika melihat seorang Ibu mencari nafkah mengabaikan tugas utamanya, sedang ayah berdiam di rumah mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Anak-anak yang seharusnya dilindungi dan diberi pendidikan sudah banyak yang dipekerjakan untuk mencari nafkah, ditambah lagi karena biaya yang semakin mahal.

Disamping itu kapitalisme juga menyusupkan pemikiran kesetaraan gender, memberi peluang remaja gaul bebas hingga menyebabkan rusaknya moral termasuk hamil diluar nikah, bebasnya situs-situs pornoaksi dan pornografi.

Seperti yang dilansir oleh www.independen.id.com – Jumlah tenaga kerja perempuan di Indonesia, pekerja perempuan di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahun. Persentase jumlah pekerja perempuan mencapai 50 persen lebih dibandingkan jumlah pekerja laki-laki (5/6). Sedangkan anak-anak yang bekerja dan putus sekolah dilansir oleh Jakarta, CNN Indonesia – Mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan salah satu tujuan negara sesuai amanat UUD 1945. Namun, segenap masyarakat masih ada yang belum mempunyai akses mengenyam dunia pendidikan formal selayaknya. Data UNICEF sebanyak 2,5 juta anak Indonesia tidak dapat menikmati pendidikan lanjutan yakni sebanyak 600 ribu anak usia sekolah dasar (SD) dan 1,9 juta anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Selanjutnya akibat remaja gaul bebas dilansir oleh www.tribunlampung.co.id, Bandar Lampung- Sebanyak 12 siswi SMP di satu Sekolah di Lampung diketahui hamil terdiir dari siswi kelas VII,VIII, dan XI. Temuan di salah satu daerah Bumi Ruwa Jurai tersebut, menjadi perhatian serius Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lampung. Dwi Hafsah Handayani Direktur PKBI “Kami terus menghimpun data terkait detail perkembangan kasus tersebut mereka ada yang sudah dinikahkan oleh orang tuanya, lainnya kami belum tau pasti (2/10/2018).

Selain itu kasus aborsi juga terus meningkat sebagaimana dilansir oleh www.wordpress.com – Peningkatan statistik kasus aborsi di Indonesia, berdasarkan perkiraan dari BKBN, ada sekitar 2.000.000 kasus aborsi yang terjadi setiap tahunnya di Indonesia. (1/14/2018).

Pemicu lain ialah konten berbahaya, sebagaimana Kemenkominfo menjelaskan telah ditemukan lebih dari 1 juta website yang mempromosikan konten pornografi.

Oleh: Hasrianti (Mahasiswi Pendidikan Kimia UHO)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.