SUARA

Kapolda Sultra Larang Anggotanya Main Pokemon Go

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Demam Pokemon Go kini tengah melanda seluruh lapisan masyarakat Indonesia tidak terkecuali di Sulawesi Tengggara. Bahkan, tak hanya dimainkan kalangan masyarakat biasa, game ini rupanya juga cukup tenar di kalangan aparatur negara seperti anggota kepolisian.

Untuk mengantisipasi dampak buruk dikalangan anggota polisi akibat permainan ini, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara Brigadir Jenderal Polisi (Brigjend Pol) Agung Sabar Santoso menginstrusikan anggotanya untuk tidak bermain Pokemon Go saat bertugas.

Instruksi ini berdasarkan surat edaran yang dikirimkan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian terkait larangan personil Polri untuk bermain game Pokemon Go.

“Saya sudah instruksikan kepada seluruh anggota untuk tidak bermain Pokemon Go saat sedang bertugas dan akan ditindak tegas bila kedapatan,” ungkapnya, Kamis (21/7/2016).

 

yamaha

Pasalnya, dengan bermain game Pokemon Go saat bertugas dinilai dapat mengganggu konsentrasi personil Polri saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Mengutip pemberitaan kantor berita nasional ANTARA, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengeluarkan surat perintah larangan bermain Pokemon GO dalam Surat Telegram nomor STR/533/VII/2016 tertanggal 19 Juli 2016.

Dalam surat tersebut disebutkan ada dampak negatif dari game Pokemon GO di antaranya berkurangnya kewaspadaan karena pemain harus selalu menatap layar ponsel sehingga sulit berkonsentrasi ketika sedang bekerja.

Selain itu, permainan berbasis GPS ini mengharuskan pemain mengaktifkan geolokasi sehingga dikhawatirkan berbahaya bila lokasi permainan berada di lingkungan Polri.

Dampak negatif lainnya, permainan ini dapat memicu keributan sesama pemain karena memperebutkan item bonus dan Pokemon. Oleh karena itu, Kapolri melarang jajarannya bermain game tersebut di lingkungan atau fasilitas Polri, saat jam kerja, dan melarang para tamu bermain Pokemon GO di lingkungan Polri.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.