Kapolda Sultra Pantau Vaksinasi Karyawan Hotel

Kapolda Sultra Irjen Yan Sultra Indrajaya memantau langsung pelayanan vaksinasi gratis Covid-19 yang diikuti ratusan karyawan hotel di Kota Kendari. Program vaksinasi secara nasional,  per tanggal 23 Mei 2021, telah mencapai 14.890.933 untuk dosis 1, dan dosis 2 telah sebanyak  9.871.644.

SULTRAKINI.COM:  Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara Irjen Yan Sultra Indrajaya bersama Wakapolda Sultra Brigjen. Pol. Drs. Waris Agono, M.Si memantau langsung kegiatan vaksinasi ratusan karyawan hotel dan restoran di Kota Kendari, yang dipusatkan di salah satu hotel di Kendari, Sabtu (22 Mei 2021).

Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sultra kini melakukan pelayanan vaksinasi gratis Covid-19 secara respon vaksin. Kegiatan respon vaksin ini dicanangkan polda Sultra dengan Polres Kendari, Dinas Kesehatan Kota Kendari dan pihak perhotelan.

Irjen Yan Sultra Indrajaya merespon positif kegiatan yang tersebut sebab dapat membantu pemerintah dalam hal penanganan pecegahan Covid-19.

Kabid dokkes polda sultra KBP dr. Bambang Triambodo  yang diwakili  oleh Kepala RS Bhyangkara AKBP dr. Sukardi Yunus, Sp.An., M.Kes mengungkapkan sebanyak 600 karyawan hotel sudah terdaftar dan mendapatkan vaksin.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari drg. Rahminingrum P, M.Kes menjelaskan pada
tahap pertama pelaksanaan vaksinasi berlangsung di tiga hotel yakni di Hotel Claro, Swiss Bell, dan Plaza Inn.

Pelaksanaan vaksinasi bagi karyawan hotel dan restoran di Kota Kendari sangat penting karena selain membentuk imun tubuh secara berkelompok juga dinilai dapat berkontribusi terhadap percepatan pemulihan ekonomi di Sultra.

“Mereka ini orang yang rentan tertular, lantaran tugas melayani tamu yang datang dari luar daerah, ditambah lagi dalam waktu dekat ini Kota Kendari akan menjadi tuan rumah kegiatan olahraga triathlon tingkat nasional,” kata Rahminingrum.

Program vaksinasi Covid-19 berlangsung secara nasional telah berjalan di Indonesia secara bertahap sejak awal tahun lalu.

Dua jenis vaksin COVID-19 yang telah digunakan dalam program vaksinasi gratis dari pemerintah saat ini adalah Sinovac dan AstraZeneca.

Secara nasional, per tanggal 23 Mei 2021, progress vaksinasi COVID-19 dosis 1 telah mencapai 14.890.933, dan dosis 2 telah mencapai 9.871.644.

Pelaksanaan program vaksinasi nasional juga sempat diwarnai dengan temuan varian mutasi virus baru dari Covid-19, diantaranya varian B.1.1.7 atau dikenal sebagai varian Inggris, dan varian B.1.617.2 atau juga dikenal sebagai dengan varian India, dan varian B1.351 asal Afrika Selatan.

Temuan varian mutasi virus baru ini sempat menimbulkan kekhawatiran di masyarakat terkait dengan efektivitas vaksin, terutama untuk jenis vaksin AstraZeneca yang digunakan belakangan setelah vaksin Sinovac.

Salah satu hasil studi terbaru yang dikeluarkan oleh PHE atau Public Health England, lembaga kesehatan di Inggris, pada 22 Mei kemarin menyatakan bahwa, dua dosis vaksin AstraZeneca 66% efektif mengurangi gejala kesakitan dari varian Covid-19 B.1.1.7 atau varian Inggris.

Sementara satu dosis vaksin AstraZeneca 50% efektif mengurangi gejala kesakitan dari varian Covid-19 B.1.1.7 atau varian Inggris, setelah 3 minggu disuntikkan.

Penelitian yang dilakukan oleh PHE dalam rentang waktu dari 5 April hingga 16 Mei 2021 ini juga mengemukakan bahwa dua dosis vaksin AstraZeneca 60% efektif mengurangi gejala kesakitan dari varian Covid-19 B.1.617.2 atau varian India. Dan juga satu dosis vaksin AstraZeneca 33% efektif mengurangi gejala kesakitan dari varian Covid-19 B.1.617.2 atau varian India, pasca 3 minggu vaksin tersebut disuntikkan.

Di kesempatan yang berbeda salah satu pakar imunisasi, dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH. DSc, mengatakan bahwa saat ini vaksin Covid-19 AstraZeneca adalah vaksin yang paling banyak digunakan di seluruh dunia.

“WHO juga telah menyatakan bahwa vaksin AstraZeneca aman dan efektif untuk melindungi orang dari risiko Covid-19 yang sangat serius. Ini termasuk risiko kematian, rawat inap, dan penyakit parah. Efek samping yang jarang terjadi setelah vaksinasi, seperti kebas dan pegal pada daerah penyuntikan, hingga demam tinggi kecil artinya dibandingkan dengan risiko kematian yang akan terjadi akibat penyakit Covid-19,” jelas Elizabeth dalam press release KPCPEN yang diterima SultraKini.com, Senin (24 Mei 2021).

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid telah menyampaikan bahwa penggunaan vaksin AstraZeneca tetap terus berjalan karena vaksinasi Covid-19 membawa manfaat yang jauh lebih besar.

“Yang saat ini justru menjadi tantangan menurut dr. Nadia adalah soal ketersediaan vaksin. Dengan adanya lonjakan kasus, membuat negara produsen vaksin ingin mengutamakan lebih dulu penggunaan vaksin untuk masyarakatnya sendiri,” ujar dr Nadia.

Untuk itu, pemerintah menghimbau agar masyarakat tidak memilih-milih vaksin Covid-19.

“Saat ini semua negara sama-sama tengah sama-sama membutuhkan vaksin COVID-19. Jadi vaksin dengan merek apa pun memiliki manfaat yang sama,” tutupnya.

Editor: M Djufri Rachim

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.