SUARA

Kapolresta Kendari: Jabatan Adalah Pengabdian Sebagai Polisi

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Semboyan Melindungi, Melayani dan Mengayomi masyarakat, mesti dipegang teguh oleh seorang polisi. Sebab sebagai aparat penegak hukum, polisi merupakan tumpuan harapan warga agar merasakan keamanan dan menikmati ketertiban.

Nah, bagaiman seorang kepala polisi di suatu wilayah menjalankan tugasnya? SULTRAKINI.COM berkesempatan mewawancarai orang nomor satu di Polres Kota Kendari, AKBP Sigid Haryadi, Selasa (19/7/2016).

Berikut kutipan wawancara Kapolres dengan jurnalis SULTRAKINI.COM, Rian Adriansyah;

SK : Dalam menjalankan amanah negara, apa prinsip yang bapak pegang?

 

Kapolres : Jadi prinsip yang saya pegang untuk jabatan sekarang selaku Kapolres kami menjalankan perintah pimpinan sesuai mutasi yang kami terima dua bulan kemarin, kemudian prinsip kami adalah memberikan perlindungan, pelayanan, dan pengayoman kepada masyarakat. Pada saat kita dijabat disitu kita tanda tangan pakta integritas ada poin-poin yang harus kita laksanakan, yang prinsipnya kita menciptakan situasi keamanan di Polres Kendari kemudian memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyakat.

SK :Bagaimana bapak memandang jabatan anda?

 

Kapolres : Jadi setiap jabatan yang saya dapat merupakan amanah dan wujud pengabdian saya sebagai anggota Polri. Karena apapun jabatan semua punya konsekuensi dan pertimbangan yang berbeda-beda, hakekat tugasnya juga berbeda-beda, namun semuanya adalah amanah.

SK : Selama menjadi aparat hukum sejauh ini, apa saja uka atau dukanya?

 

Kapolres : Kalau dibilang suka dan duga relatif sama sebenarnya, karena tugas pokok Polri biasanya bersinggungan dengan pelaku-pelaku atau orang-orang yang melakukan pelanggaran terhadap hukum. Jadi prinsipnya yah setiap yang melakukan pelanggaran akan kami tindak, tidak pandang pilih berapa besar beratnya ya sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat, demikian juga terkait didalam kami jika ada anggota kami yang melakukan pelanggaran akan kami tindak, demikian juga apabila masyarakat yang mungkin ada kontribusi kepada kami memberikan informasi akan kami berikan reward demikian juga anggota yang mendukung tugas kami.

SK : Apa pengalaman yang paling berkesan dalam mengemban tugas sebagai Kapolres saat ini?

 

Kapolres : Sebenarnya selama dua bulan menjabat ini banyak pengalaman yang ada di Kendari, bagaimana mengatur anggota, kemudian berhadapan dengan masyarakat, khususnya awal-awal kemarin menjabat karena ada kejadian yang sebenanrnya tidak kami inginkan (tewasnya Abdul Jalil, pegawai honorer BNNP Sultra yang diduga dianiaya anggota buser Polresta Kendari, red), namun harus tetap kita hadapi. Jadi prinsip kami ya apapun yang akan diberikan masukan yang terjadi ditempat kami akan kami hadapi dengan segala upaya untuk menciptakan situasi aman di Kendari ini.

yamaha

SK : Jika ada anak buah yang bandel dan sembrono melaksanakan tugas, bagaiamana sikap bapak sebagai pimpinan?

 

Kapolres : Nah disitulah seni selaku Kapolres, karena kami dihadapkan salah satu posisi sebagai komandan di satu sisi sebagai bapak. Nah kalau sifatnya komandan anak buah salah kita tindak, kalau sebagai bapak kita mencari kenapa anak buah kita salah. Namun prinsipnya kita bekerja sebagai anggota Polri sudah ada ketentuan-ketentuannya baik didalam mengenai disiplin kode etik maupun diluar aturan-aturannya, Kalau kita salah ada pidananya juga langsung kita ke peradilan umum, jadi disitu kalau memang ada anggota yang salah ya kita lihat kesalahannya sejauh mana, apakah bisa dengan sidang disiplin kode etik ataupun masalah pidana.

SK : Polisi biasanya tidak mengenal hari libur. Bagaimana Anda membagi waktu?

 

Kapolres : Itu seninya dilapangan, kita selama ini belum ada komplain, karena konsekuensi menjadi anggota polisi memang demikian. Jadi bukan sebenarnya tidak mengenal hari libur, kita pinter-pinter manajemen waktu, kapan waktu kita untuk keluarga, kapan waktu kita untuk kantor. Terkait masalah Hari Raya atau hari libur kita ada ketentuannya, jadi yang terlibat operasi kita tidak diberikan libur dulu, namun setelah itu kita ganti setelah operasi selesai diberikan hak mereka untuk mengambil libur maupun cuti.

SK : Ada anekdot,  polisi yang kaya banyak yang tidak jujur dan polisi jujur kebanyakan tidak kaya, bagaimana menurut bapak?

 

Kapolres : Kalau untuk ukuran kaya relatif ya, jadi masing-masing personil polri sesuai kebutuhannya masing-masing, kemudian standar satu polisi dengan polisi yang lain, kekayaan ini berbeda beda. Kemudian kalau kita lihat sebenarnya kaya atau tidakbagaimana kita menyikapinya, kalau kita punya penghasilan selama ini sudah cukup, tinggal bagaimana kita mengatur, menyiasati antara uang gajih dan tunjangan kinerja yang kita terima untuk mencukupi kebutuhan kita selama satu bulan.

SK : Untuk menjadi aparat penegak hukum, apakah harus banyak duit dulu?

 

Kapolres : Kalau selama ini yang saya tahu dulunya saya pernah di SDM juga, jadi silahkan masyarakat tidak perlu takut, prinsipnya masuk polisi itu tidak dipungut biaya. Namun karena mungkin ada beberapa calon peserta yang tidak percaya diri sehingga berupaya melobi kesana-kesini, namun saya kira itu tidak ada gunanya, karena dalam setiap tahapan yang dilaksanakan tes di Polda, setiap tahapan dilakukan pengawasan internal dan eksternal dan rekan-rekan wartawan pun ada yang dilibatkan menjadi pengawas eksternal dan setiap tahapan terbuka untuk umum. Jadi tidak harus takut bagi warga Kendari yang akan masuk polisi tidak perlu pakai uang, karena prinsipnya pendaftaran polisi gratis tidak dipungut biaya.

SK : Apa harapan bapak kedepannya terhadap para polisi muda yang baru selesai pendidikan?

 

 Kapolres : Jangan berhenti untuk menimba ilmu baik di SPN (sekolah polisi Negara) maupun AKPOL (akademi kepolisian), karena perkembangan ilmu mengenai hukum ini dinamis, jadi pengalaman tidak harus diambil dari SPN maupun AKPOL tapi bisa dikembangkan dengan belajar baik di media maupun dari buku-buku yang ada, kemudian bisa belajar dari pengalaman-pengalaman dari senior-seniornya. Jadi silahkan untuk polisi-polisi yang baru lulus harus banyak belajar terhadap senior maupun lingkungan sekitar.

Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.